Radar Pendidikan

Ujian Praktik, SDN 01 Kradenan Kreasikan Batik Jumputan

SDN 01 Kradenan

MEMBUAT – Siswa SDN 01 Kradenan tengah membuat batik jumputan dalam ujian praktik mulok batik, Kamis (12/4).
FAKHRUN NISA / RADAR PEKALONGAN

KOTA – Siswa kelas enam SDN 01 Kradenan melaksanakan ujian praktik Mata Pelajaran (Mapel) Muatan Lokal (Mulok) batik dengan membuat batik kreasi jemputan. Siswa yang berjumlah 76 dari dua kelas dibagi ke beberapa kelompok dengan empat anggota.

Guru Mulok Batik, Arif Budiman, menuturkan, ujian praktik membuat batik jumputan ini sesuai dengan materi yang telah diajarkan di kelas.

“Biasanya kami ke museum batik untuk praktik membuat batik karena peralatan sudah ada di sana, tetapi karena jadwalnya sudah penuh jadi kami melaksanakan ujian praktik di sekolah dengan membuat batik jumputan,” ujarnya kepada Radar, Kamis (12/4).

Arif, sapaan akrabnya, mengungkapkan bahwa batik jumputan dipilih sebagai ujian praktik karena menggunakan peralatan yang sederhana, diantaranya kain mori, karet, tali rafia, dan pewarna. Batik jumputan termasuk batik kreasi baru yang tidak menggunakan malam.

“Membuat batik jumputan tidak perlu kompor dan berhubungan dengan api sehingga tidak berbahaya bagi siswa. Mereka bebas berkreasi, ada yang jumlah ikatannya banyak dan ada yang sedikit,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, Arif juga ingin mengajarkan siswa untuk melestarikan batik sebagai salah satu produk budaya. Disebutkan, mulok batik diberikan kepada siswa sejak kelas 1. Siswa kelas 3-6 dibiasakan untuk praktik setelah beberapa kali pertemuan materi, sedangkan siswa kelas 1-2 diajarkan menggambar motif batik.

“Untuk melestarikan batik karena Kota Pekalongan dikenal sebagai Kota Batik. Siswa juga bisa mengembangkan kreativitas di luar sekolah, misal di rumah mereka bisa membuat batik jumputan dengan kaos karena peralatan yang sederhana,” pungkasnya. (mg6)

Penulis: Fakhrun Nisa | Radar Pekalongan
Redaktur: Dalal Muslimin

Facebook Comments