Nasional

Mintai Uang OPD untuk Modal Istri Maju Pilkada

Mintai Uang OPD untuk Modal Istri Maju Pilkada

BARANG BUKTI – Barang bukti yang ditunjukkan KPK dalam konferensi pers penetapan tersangka Bupati Bandung Barat Abu Bakar di KPK.
DETIK

*KPK Tetapkan Bupati Bandung Barat Tersangka Suap

Jakarta — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Bupati Bandung Barat Abu Bakar sebagai tersangka kasus dugaan suap. Penetapan tersangka ini merupakan pengembangan hasil operasi tangkap tangan (OTT) Selasa (10/4) malam.

“KPK meningkatkan status penanganan perkara ke penyidikan serta menetapkan tersangka empat orang,” kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (11/4).

Selain Abu Bakar, KPK juga menetapkan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Bandung Barat Adiyoto dan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bandung Barat Weti Lembanawati, serta Kepala Badan Kepegawaian Kabupaten Bandung Barat Asep Hikayat.

Abubakar diduga meminta uang ke SKPD untuk kepentingan istrinya, yakni Elin Suharlian, yang akan maju dalam pemilihan Bupati Bandung Barat 2018-2023. Total uang yang disita KPK dalam operasi tangkap tangan itu adalah Rp435 juta.

KPK menjerat Abubakar, Weti, dan Adiyoto sebagai penerima suap dengan Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sedangkan, Asep sebagai pemberi dikenakan Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tidak pidana korupsi.

Dana Pilkada

Abu Bakar sendiri disebut KPK menerima suap untuk kepentingan pilkada. Duit haram itu disebut digunakan terkait pencalonan istrinya, Elin Suharliah, yang maju dalam Pilbup Bandung Barat.

“Diduga ABB (Abu Bakar) meminta uang ke sejumlah kepala dinas untuk kepentingan pencalonan istrinya, Elin Suharlian, sebagai bupati bandung barat 2018-2023,” ungkap Saut Situmorang, seperti diberitakan detikcom.

Saut menyebut Abu Bakar meminta uang itu ke sejumlah kepala dinas di wilayahnya. Permintaan itu terus dilakukan dalam kurun waktu Januari hingga April ini.

“Total barang bukti yang disita KPK secara keseluruhan Rp 435 juta,” kata Saut.

Jumpa Pers

Bupati Bandung Barat Abu Bakar sejatinya ditangkap KPK pada Selasa (10/4) malam kemarin. Namun Abu Bakar meminta agar tidak ditangkap karena akan menjalani kemoterapi pada Rabu (11/4).

Dengan alasan kemanusiaan, KPK pun melepas Abu Bakar tetapi memintanya membuat surat pernyataan untuk datang ke KPK hari ini. Namun, Abu Bakar malah menggelar konferensi pers malam harinya dengan mengatakan bahwa tim KPK hanya meminta klarifikasi padanya.

“Namun yang bersangkutan memohon untuk tidak diamankan karena harus melakukan kemoterapi dan dalam kondisi tidak fit,” ungkap Saut Situmorang.

“Namun yang bersangkutan malah membuat konferensi pers dan menyebut KPK hanya mengklarifikasi isu tertentu,” imbuh Saut.

Abu Bakar kemudian disebut Saut pada Rabu malam kemarin bersedia ke KPK. Tim KPK yang berada di Bandung Barat disebut Saut hanya memantau Abu Bakar serta memastikannya untuk hadir ke KPK.

“Malam ini (kemarin-red) ABB (Abu Bakar) atas kemauan sendiri datang dan setelah mendapatkan surat keterangan dokter bahwa dalam keadaan sehat. Tim KPK di Bandung Barat memastikan yang bersangkutan memenuhi janji sesuai surat yang ditandatangani,” tandas. (dtk)

Facebook Comments