Radar Jateng

Gus Mus Prihatin Puisinya Jadi Kontroversi

Gus Mus Prihatin Puisinya Jadi Kontroversi

PUISI – Sejumlah orang maju ke panggung untuk membacakan puisi ciptaan Gus Mus.
DOK ISTIMEWA/JAWA POS

Semarang – Kiai Haji Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) mengaku prihatin karena salah satu puisi karyanya yang dibacakan oleh Ganjar Pranowo, menjadi kontroversi akibat salah penafsiran.

“Beliau (Gus Mus) prihatin karena puisi yang dulu jadi ikon perlawanan Orde Baru malah dipermasalahkan pada era sekarang,” kata Taj Yasin Maimoen di Semarang, Jawa Tengah, Rabu.

Gus Yasin, panggilan akrab Taj Yasin Maimoen, mengungkapkan bahwa hal tersebut disampaikan Gus Mus kepadanya saat berada di Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang.

“Gus Mus hari ini perjalanan umrah bersama adik dan rombongan. Alhamdulillah tadi kami mengantar di bandara, banyak ngobrol salah satunya soal puisi Gus Mus,” ujarnya, seperti diberitakan antarajateng.

Dalam perbincangan tersebut, kata dia, Gus Mus bercerita bahwa puisi berjudul “Kau Ini Bagaimana atau Aku Harus Bagaimana” adalah hasil diskusinya dengan almarhum Kiai Haji Thoyfur.

“Beliau menceritakan puisi itu karangan beliau 30 tahun lalu, waktu itu masih menjadi anggota DPRD Provinsi bersama Kiai Toyfur almarhum. Beliau cerita puisi itu hasil ngobrol dengan Kiai Toyfur, kata Kiai Toyfur `Gus catat saja, bikin aja terus jadi puisi`,” katanya.

Gus Mus juga menyebutkan, konteks puisi tersebut menggambarkan masyarakat Indonesia yang tertindas oleh rezim Orde Baru, bahkan puisi itu sangat populer pada masanya di kalangan mahasiswa serta aktivis.

“Konteksnya dulu itu masyarakat tertindas karena politik waktu itu, jadi itu ungkapan dan puisi itu menjadi puisi wajib ketika masyarakat gerakan-gerakan LSM dan mahasiswa untuk demo,” ujar politikus Partai Persatuan Pembangunan itu.

Kepada Yasin, Gus Mus menyesalkan adanya penafsiran keliru yang berujung kontroversi, namun ulama karismatik itu juga senang banyak t yang merespon dan membela puisinya.

“Beliau menyesalkan adanya kritik itu, tapi beliau memantau dan senang sekali ada di posko ada baca puisi beliau, senang sekali,” katanya.

Sejak menjadi kontroversi di sosial media, kata dia, Gus Mus mengaku dihubungi banyak santrinya terutama yang kini menjadi anggota Gerakan Pemuda Ansor dan Banser.

“Banyak sekali teman Banser dan Ansor yang ingin menangani siapa saja yang melaporkan dan menghina puisi tersebut, tapi karena Gus Mus mau umrah jadi belum bisa ketemu,” ujar Yasin.

Menurut Yasin, Gus Mus justru bersikap santai dan meminta pihak Ganjar-Yasin tidak terlalu menanggapi serangan isu penistaan agama.

“Kata Gus Mus, `wes jarke wae` toh mereka akan kena batunya sendiri, itukan malah menguntungkan panjenengan sama Mas Ganjar, toh itu bukan panjenengan yang `ngarang`,” kata suami Nawal Nur Arafah itu.

Pada Pilgub Jateng 2018, pasangan cagub Ganjar Pranowo-Taj Yasin Maimoen yang diusung PDI Perjuangan, PPP, Partai Nasdem, Partai Demokrat, dan Partai Golkar mendapat nomor urut 1. (ant)

Facebook Comments