Radar Kendal

BNI Peduli Terhadap TKI

BNI Peduli Terhadap TKI

LAUNCHING – Kepala Disnaker Kabupaten Kendal, Pemimpin Bidang Layanan BNI Cabang Kendal, Wakil Bupati Kendal, Direktur Penempatan Tenaga Kerja ke Luar Negeri Kementrian Tenaga Kerja saat acara launching LTSA-P2TKLN Kabupaten Kendal.
AKHMAD TAUFIK / RADAR PEKALONGAN

Sebagai bentuk kepedulian untuk memberikan pelayanan terbaik kepada Tenaga Kerja Indonesia (TKI) khususnya di Kabupaten Kendal, BNI Cabang Kendal hadir di LTSA-P2TKLN (Layanan Terpadu Satu Atap Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Luar Negeri) Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Kendal. Sehingga Calon Pekerja Migran Indonesia saat mendaftarkan diri menjadi TKI saat melakukan pembayaran BPJS Ketenagakerjaan tidak perlu ke Bank namun cukup di satu tempat saja.

Hal itu dikarenakan dalam Layanan Terpadu Satu Atap sudah tersedia layanan dari Disdukcapil, Disnaker, Sarana Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, Bank BNI, Imigrasi dan BP3TKI.

“Kehadiran kami di LTSA-P2TKLN merupakan bentuk kepedulian kami terhadap Calon TKI agar saat akan mendaftar sebagai TKI cukup disatu tempat saja. Kalau mau bayar BPJS Ketenagakerjaan kan harus melalui Bank maka dari itu kami fasilitasi,” ungkap Pemimpin Bidang Layanan BNI Cabang Kendal, Dewi Ichmawati.

Pihaknya menambahkan bahwa selama ini Bank BNI memang sangat peduli dengan TKI apalagi BNI sebagai satu-satunya perbankan yang memiliki kantor cabang di luar negeri sehingga untuk pengiriman uang hanya hitungan detik. Bahkan BNI memberikan CSR di kantong-kantong TKI Kabupaten Kendal berupa Rumah Desmigratif dengan banyak manfaat seperti sebagai tempat konsultasi bagi TKI, informasi terkait keluarga di luar negeri, perpustakaan dan dilengkapi dengan agen BNI 46 dimana TKI atau keluarga TKI dapat melakukan pengambilan serta pengiraman uang.

“Kami rencananya bulan depan akan melaunching Rumah Desmigratif dan CSR Bank BNI ini banyak manfaatnya mulai sebagai tempat konsultasi, penjualan produk UMKM keluarga TkI dan lainnya,” imbuhnya.

Pihaknya juga menyediakan KUR TKI dengan maksimal plafon Rp25 juta sehingga saat TKI ingin berangkat tidak harus jual tanah, jual rumah atau hutang kepada rentenir.

“Tidak dipungkiri saat hendak berangkat menjadi TKI pasti membutuhkan modal maka dari itu para calon TKI kami fasilitasi KUR dengan proses yang mudah. Harapan kami TKI ini sebagai pahlawan devisa semakin baik nasibnya dan diberikan keselamatan saat bekerja,” pungkasnya. (fik)

Penulis: Akhmad Taufik | Radar Pekalongan
Redaktur: Widodo Lukito

Facebook Comments