Features

Pemdes Limbangan, Karanganyar, Membentuk BUMDes

Jalan Limbangan

BUMDES – Guna mendongkrak Pendapatan Asli Desa, Pemerintah Desa Limbangan, Kecamatan Karanganyar bakal membentuk BUMDes dengan unit Usaha pengelolaan ruko dan kolam renang.
TRIYONO

Untuk Mendongkrak Pendapatan Asli Desa

Pemerintah Desa Limbangan, Kecamatan Karanganyar, akan membentuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Kenapa? Triyono, Karanganyar

Langkah Pemerintah Desa Limbangan, Kecamatan Karanganyar, membentuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yakni untuk mendongkrak Pendapatan Asli Desa (PAD). BUMDes tersebut dengan memanfaatkan Tanah aset desa seluas 1 hektar pembangunan 100 ruko dan sarana rekreasi kolam renang.

Desa Limbangan, Kecamatan Karanganyar, yang berbatasan langsung dengan Desa Karanggondang dan Desa Lolong kini memiliki banyak potensi.

Apalagi, Pemkab Pekalongan akan menghibahkan sekitar tanah yang ada di Desa Limbangan untuk dijadikan Pusat Pendidikan dan Latihan (Pusdiklat) Polri. Pastinya, Desa Limbangan, Kecamatan Karanganyar, akan menjadi ramai, karena orang dari berbagai daerah akan datang.

Kepala Desa Limbangan, Kecamatan Karanganyar, Nugroho, menyampaikan bahwa Pemerintah memberikan peluang kepada desa untuk berlomba meningkatkan Pendapatan Asli Desa dengan memanfaatkan potensi yang ada. Untuk itu pemerintah Desa Limbangan menangkap peluang tersebut dengan membentuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Pembetukan BUMDes ini telah diatur dalam Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah tertinggal dan Transmigrasi nomor 4 tahun 2015.

“Dengan dasar itulah kami berusaha meningkatkan Pendapatan Asli Desa dengan membentuk BUMDes, yakni dengan memanfaatkan aset yang desa miliki yaitu tanah seluas 1 hektar. Aset desa tersebut letaknya cukup stategis berada di Jalan Raya Karanganyar-Lebakbarang. Nah tanah itu akan kami bangun sekitar 100 ruko baik di sebelah timur jalan atau sebelah barat jalan tersebut,” terangnya.

Pembangunan ruko tersebut, lanjut Nugroho, dengan analisa mampu meningkatkan perekonomian warga, kemudian menambah peluang kerja bagi warga sekitar. Karena dilihat dari perputaran keuangan apabila sudah berjalan pastinya mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Analisa ruko 100 unit itu dengan ukuran luas 80 M2, bangunan 4×6, kemudian bagian depan ada area parkir sepanjang 7 meter dengan paving, untuk teras 120 cm. Kemudian bagian belakang ada area pengembangan 4×6 minimal.

“Perhitungan dasar, apabila 100 ruko, minimal ada 50 orang yang bekerja, adapula pengelolaan sampah, keamanan karena ada yang jualan di malam hari seperti nasi megono, warung makan, kelontong dan lainnya,” lanjutnya.

Sedangkan untuk pembangunan kolam renang akan menjadi satu andalan buat BUMDes Desa Limbangan, Kecamatan Karanganyar. Karena akan dibangun berukuran standar olimpic seluas 20×50 sesuai standar Pekan Olah Raga Daerah (Popda). Adapula nanti penambahan alat kelengkapan bermain anak-anak. Dengan wacana pembangunan Kolam Renang sudah ada yang siap menjadi investor membuka rumah makan di area sekitar.

“Jadi BUMDes ini dibawah naungan Pemerintah Desa Limbangan, pastinya untuk pengelola juga orang pribumi, begitupula pengelola unit usaha ruko atau kolam renang. Apabila sudah berjalan maka minimal dari benefit yang masuk minimal Rp 100 juta pertahun itu mampu untuk mengcover kegiatan yang tak bisa menggunakan Dana Desa, ADD atau lainnya. Ya, seperti untuk memberi honor guru ngaji, santunan anak yatim piatu, atau bisa untuk kedaruratan seperti warga terkena bencana atau musibah,” jelas Nugroho.

BUMDes ini masih dalam tahap sosialisasi, diharapkan masyarakat sekitar mengetahui terlebih dahulu kemudian masyarakat luar. Meskipun saat ini memang belum dibentuk BUMDes, namun Pemerintah desa sudah mengalokasikan dana desa. Harapanya ketika BUMDes sudah terbentuk maka unit usaha langsung berjalan.

“Dari hasil study di daerah lain memang BUMDes harus terbentuk dahulu, namun kami tidak unit usaha dibangun kemudian ketika BUMDes terbentuk makan unit usaha sudah berjalan sehingga kontribusinya jelas,” tambahnya.

Sementara Tokoh Masyarakat, Kartika yang juga mantan kepala Desa Limbangan, Karanganyar mengapresiasi adanya rencana pembangunan BUMDes unit usaha ruko dan kolam renang.
Karena menjadi terobosan Desa Limbangan sebagai desa wisata yang dapat meningkatkan PAD desa.

Ia mengharapkan adanya program tersebut tokoh masyarakat dan lembaga dapat berjalan sinergi agar tercapainya kesuksesan program tersebut. “Harapan saya Kades dapat menjelaskan, mensosialisasikan program tersebut. Sehingga tidak ada mis komunikasi dilapangan. Selain itu saya berharap masyarakat Desa Limbangan bisa kompak dalam memajukan di Desa Limbangan.” (yon)

Penulis: Triyono & Redaktur: Widodo Lukito

Facebook Comments