Radar Batang

Seratusan Juru Parkir Ditertibkan

Juru Parkir

SIMBOLIS – Asisten Pemerintahan Sekda Batang bersama Kepala Dishub serta Tim Anggota Seber Pungli lainya secara simbolis memakaikan baju seragam kepada petugas parkir.
M Dhia Thufail

BATANG – Seratusan juru parkir yang beroperasi di wilayah Kabupaten Batang, Rabu (11/4) siang ditertibkan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) dan tim Saber Pungli Kabupaten Batang. Mereka mendapatkan pembinaan dan sosialisasi ketertiban Lalu Lintas dan Sapu Bersih Pungutan Liar di gedung Pramuka.

“Kita lakukan penertiban, agar mereka bisa memberikan kenyamanan, keamanan dan keselamatan berlalu lintas bagi konsumennya. Terlebih, kita juga akan memberikan efek jera bagi para juru parkir yang melakukan praktek Pungli dan tidak sesuai dengan perundang – undangan,” kata Kepala Dishub Batang, Murdiono.

Ia berharap, agar para juru parkir yang bertugas di wilayah Kabupaten Batang dapat memahami segala bentuk peraturan perundang – undangan yang telah dikeluarkan oleh pemerintah dan menghindari praktek Pungli.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan Sekda Kabupaten Batang yang juga menjabat sebagai anggota tim Saber Pungli Retno Dwi Irianto mengajak semua warga Batang khususnya juru parkir untuk membangun budaya tertib, rapi serta sesuai dengan perundang – undangan.

“Apabila suatu Kota terlihat tertib dalam berlalu lintas dan parkiran tertata dengan baik, maka hal itu akan menggambarkan bahwasannya orang orang di kota tersebut memiliki disiplin serta budaya etos kerja yang baik,” ucapnya.

Oleh karena itu, katanya, dengan adanya kesadaran bersama untuk melaksanakan budaya tertib berlalu lintas, maka parkirlah kendaraan pada tempat yang telah ditentukan dan petugas parkirpun harus menata dan memungut jasa parkir sesuai dengan peraturan perundang – undangan yang berlaku.

“Polisi dan petugas jumlahnya terbatas, maka kita harus sadar untuk mematuhi peraturan atau rambu – rambu lalu lintas ataupun peraturan lainya. Karena apapun bentuk pelanggaran akan membuat kekacauan,” jelasnya di hadapan juru Parkir.

Dijelaskan juga, juru parkir yang memungut jasa parkir tidak sesuai dengan Perda maka bisa dikatakan Pungli. Karena ada aturanya dalam Perda No 5 tahun 2010 yang mengatur parkir baik sepeda motor maupun mobil menggunakan karcis retribusi.

“Retribusi parkir itu ada bukti karcisnya dan pembayaran sesuai yang terbukti di karcis, dan kita juga harus memberikan pelayanan parkir sebaik mungkin dengan konsumen parkir. Sehingga konsumen merasa di layani oleh petuas parkir,” pungkasnya. (fel)

Penulis: M. Dhia Thufail & Redaktur: Dony Widyo

Facebook Comments