Metro Pekalongan

Zonasi Pedagang Pasar Darurat Ditetapkan

Pasar Darurat

DIBANGUN – Struktur bangunan lapak di pasar darurat di Jalan Patiunus masih dalam tahap pemasangan. Targetnya, tujuh hari sebelum puasa pasar darurat siap digunakan.
M. AINUL ATHO

KOTA PEKALONGAN – Zonasi penempatan pedagang di pasar darurat, sudah ditetapkan oleh Pemkot Pekalongan dalam pertemuan yang dilaksanakan 8 April lalu.

Dalam pengumuman yang diedarkan Paguyuban Pedagang Pasar Banjarsari (P2PB), zoning penempatan pedagang dibagi dalam lima titik zonasi yakni Taman Patiunus, Jalan Patiunus, Zona Jalan Mangga, Zona Jalan Rambutan, dan Zona Jalan Blimbing.

Ketua P2PB, Slamet Mahfudh menjelaskan, dalam pertemuan yang digelar bersama Pemkot Pekalongan sekaligus sudah ditetapkan jumlah pedagang beserta komposisi di setiap titiknya. Zona Taman Patiunus, akan ditempati 295 unit lapak yang terdiri dari fashion dan asesoris sebanyak 131 unit, sembako dan sayuran sebanyak 188 unit. Kemudian alat rumah tangga sebanyak 20 unit, dan warung makan 41 unit.

Untuk di Zona Jalan Patiunus, akan diisi sebanyak 518 lapak yang terdiri dari fashion dan asesoris sebanyak 474 unit dan sembako sayuran sebanyak 44 unit. Sementara untuk Zona Jalan Mangga, dibagi dalam tiga titik masing-masing titik 1 akan diisi fashion dan asesoris sebanyak 82 unit lapak, titik 2 diisi daging dan ikan sebanyak 117 unit lapak, sembako sayuran 29 unit lapak, serta warung makan 14 unit lapak. Untuk titik 3, diisi pedagang sembako sayuran sebanyak 54 unit lapak.

Selanjutnya Zona Jalan Rambutan akan diisi 88 unit lapak yang ditempati pedagang sembako sayuran, serta Zona Jalan Blimbing akan diisi 88 unit lapak.

Ia menyatakan, pembagian zonasi tersebut sudah sesuai dengan harapan para pedagang, dimana penempatan dilakukan secara proprosional dan berkeadilan. “Artinya satu zona tidak hanya diisi satu jenis dagangan saja melainkan ada berbagai jenis dagangan di dalamnya. Sebelumnya memang sempat terjadi perubahan penetapan zoning ini,” katanya, Rabu (11/4).

Setelah pembagian zonasi, P2PB mengimbau kepada seluruh pedagang dan anggota paguyuban agar ikut membantu dan mempermudah terlaksananya penataan dan pemasangan struktur bangunan pasar darurat. “Seperti yang sudah disampaikan, insya Allah pasar darurat selesai dan siap digunakan tujuh hari sebelum puasa,” tambahnya.

Kemudian untuk pembagian dan penempatan pedagang di pasar darurat, dikatakan Slamet juga akan diberikan kepada pedagang yang sudah terdaftar. Ia juga menegaskan, penempatan pedagang di pasar darurat akan bebas dari pungutan apapun kecuali retribusi atau pajak yang memang sudah menajdi kewajiban para pedagang. “Waktu penempatan, akan diatur dan disampaikan setelah tempat terbangun semua,” jelasnya.

Ia juga meminta kepada para pedagang yang menemui adanya pihak tidak bertanggung jawab yang menggunakan kesempatan itu untuk menarik pungutan liar. “Kalau menemui harap dilaporkan kepada petugas berwenang. Sejauh ini memang sudah banyak laporan tapi kami diminta menyertakan bukti, yang tentu saja bagi pedagang hal itu sulit,” tandasnya. (nul)

Penulis: M. Ainul Atho’ & Redaktur: Abdurrahman

Facebook Comments