Metro Pekalongan

Perencanaan Pasar Banjarsari Tunggu Kajian Hukum

Tinjau Lokasi Pasar Banjarsari Pasca Kebakaran

TINJAU – Rombongan DPRD Provinsi Jawa Tengah bersama DPRD Kota Pekalongan, Sekda dan jajaran pejabat saat meninjau bangunan Pasar Banjarsari, Rabu (11/4).\
M. AINUL ATHO

KOTA PEKALONGAN – Pemkot Pekalongan tengah menunggu hasil kajian hukum, dan kajian struktur bangunan terhadap kondisi Pasar Banjarsari sebelum menyusun perencanaan pembangunan kembali pasar terbesar di Kota Pekalongan tersebut.

Sekda Kota Pekalongan, Sri Rumingsih mengungkapkan, saat ini hasil kajian terhadap dua hal itu belum disampaikan kembali ke Pemkot Pekalongan. “Kajian belum selesai dan belum disampaikan kepada kami. Ada dua kajian yakni dari sisi kajian hukum, dan kajian struktur bangunan Pasar Banjarsari,” ungkap Sekda yang ditemui saat mendampingi rombongan DPRD Provinsi Jawa Tengah meninjau lokasi Pasar Banjarsari dan pasar darurat, Rabu (11/4).

Hasil kajian hukum, lanjut Sekda, berisi kajian tentang kemitraan yakni keberadaan mal di komplek pasar. Kajian tersebut dibutuhkan sebagai landasan langkah yang akan diambil agar dikemudian hari tidak terjadi tuntutan hukum. “Kajian hukum utamanya tentang kemitraan yang ada di dalam pasar yakni keberadaan mal. Kami akan lihat dulu hasil kajiannya sebelum melakukan perencanaan pembangunan,” jelasnya.

Sementara kajian struktur, juga akan menjadi landasan bagaimana desain pasar yang akan dibangun kembali. Karena kedepan diharapkan pembangunan Pasar Banjarsari akan dikembalikan murni sebagai pasar tradisional. “Sementara ini kami harapkan selama dua tahun mendatang pedagang dapat menempati pasar darurat ini untuk sementara. Setidaknya nanti pada akhir 2019, atau melihat kemampuan keuangan, pasar akan dibangun kembali. Untuk itu kami juga berharap agar ada sinergi dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan pemerintah pusat,” kata Sekda.

Rombongan DPRD Provinsi Jawa Tengah melakukan tinjauan ke lokasi Pasar Banjarsari. Didampingi Ketua DPRD dan jajaran anggota DPRD Kota Pekalongan serta Sekda dan sejumlah pejabat, rombongan meninjau bangunan Pasar Banjarsari dan lokasi pasar darurat di Taman dan Jalan Patiunus.

Ketua Komisi B DPRD Provinsi Jateng, Sukirman mengatakan bahwa kehadiran rombongan DPRD Provinsi Jawa Tengah untuk melihat dari dekat kondisi Pasar Banjarsari pasca kebakaran.
“Kami hadir untuk melihat dari dekat, barangkali ada hal-hal yang bisa kami perjuangkan disana,” katanya.

Untuk penanganan tahap awal, ia menyatakan bahwa Pemkot sudah melangkah dengan menyiapkan dua rencana penanganan yakni jangka pendek dan jangka panjang. Jangka pendek yakni untuk menangani pedagang yang terdampak musibah. Sementara penanganan jangka panjang yakni menyiapkan pembangunan kembali Pasar Banjarsari.

“Untuk jangka panjang yakni pembangunan kembali tentu membutuhkan dana besar. Perencanaan bisa dilakukan setelah hasil penelitian selesai. Kami dari provinsi coba untuk mensuport. Yang punya anggaran kan Pak Gubernur, tapi nanti dalam pembahasan kami akan coba suport. Yang penting ini harus didorong agar bisa diwujudkan secepatnya,” katanya.

Ketua DPRD Kota Pekalongan, Balgis Diab menyatakan, untuk pembangunan kembali Pasar Banjarsari membutuhkan dana besar, sehingga Pemkot membutuhkan bantuan dan dukungan dari provinsi maupun pusat. “Kunjungan dari DPRD Provinsi ini kami harapkan bisa mensuport utamanya dari dana untuk pembangunan pasar kembali,” kata Balgis.

Ia berharap, tahun 2018 ini perencanaan masterplan pembangunan kembali Pasar Banjarsari bisa selesai. Sehingga ketika anggaran sudah siap, tahun 2019 pembangunan kembali Pasar Banjarsari bisa dimulai. (nul)

Penulis: M. Ainul Atho’ & Redaktur: Abdurrahman

Facebook Comments