Radar Jateng

SMA PGRI Habiskan Rp150 Juta untuk Gelar UNBK

SMA PGRI Habiskan Rp150 Juta untuk Gelar UNBK

SERIUS – Siswa SMA PGRI Temanggung serius mengikuti UNBK Senin kemarin.
Setyo Wuwuh/Temanggung Ekspres

TEMANGGUNG – Kendati tidak diwajibkan oleh pemerintah pusat, SMA PGRI Temanggung tetap memilih melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Padahal, untuk melaksanakannya, SMA swasta ini harus rela merogoh anggaran hingga Rp150 juta untuk pengadaan fasilitasnya.

Kepala Sekolah SMA PGRI Temanggung Joko Yuwono mengatakan, pelaksanaan UNBK sebenarnya baru imbauan. Namun karena tuntutan kualitas dari sekolah maka ujian akhir itu dilangsungkan dengan UNBK. “Tahun ini merupakan tahun pertama kami melaksanakan UNBK, sebelumnya kami masih menjalankan UN dengan pensil atau tertulis,” terangnya saat ditemui di SMA PGRI Senin (9/10).

Untuk pelaksanaan UNBK, pihaknya mengaku harus mengeluarkan anggaran yang cukup besar untuk kelengkapan fasilitas-fasilitasnya.

Fasilitas yang dimaksud di antaranya komputer dengan kualitas bagus, server untuk internet, ruangan khusus ber-AC, dan kelengkapan-kelengkapan lainnya.

“Karena kami belum mampu membeli genset, maka untuk pelaksanaan UNBK kali ini kami menyewa genset. Harganya cukup mahal sehari Rp500 ribu. Mau digunakan atau tidak yang tetap harus mengeluarkan biaya sewa,” terangnya.

Bahkan katanya, untuk server internet pihaknya harus membeli dua server, satu server digunakan saat UNBK dan satu server lainnya merupakan cadangan. Sedangkan untuk komputer pihaknya baru memiliki 18 unit. “Semuanya harus ada cadangannya, komputer yang digunakan hanya 15 unit, yang tiga digunakan untuk cadangan. Jika peraturan ini dipenuhi sekolah kami akan disalahkan,” terangnya.

Joko menuturkan, hingga saat ini pihaknya sama sekali belum menerima bantuan untuk pengadaan fasilitas UNBK ini. Oleh karena itu pengadaan fasilitas ini diupayakan secara swadaya sekolah. “Apalagi sejak kewenangan SMA pindah tangan ke pemerintah provinsi, anggaran-anggaran yang dari pemkab tidak lagi bisa turun,” terangnya.

Terkait jumlah siswa yang mengikuti UNBK yakni sebanyak 45 siswa yang dibagi beberapa jurusan di antaranya IPA dan IPS. “25 siswa masuk ke jurusan IPA dan sisanya masuk jurusan IPS,” ujar Joko.

Sementara Pengawas SMA Badan Pengendali Pendidikan Menengah dan Khusus (BP2MK) Wilayah 4 Jawa Tengah, HR Syryanto menambahkan dari 16 SMA yang ada di Temanggung hanya 13 SMA yang melaksanakan UNBK. Sedangkan tiga lainnya masih belum menjalankan UNBK secara mandiri. Tiga SMA yang dimaksud yakni SMA Istikomah Tembarak menginduk di SMA N Pringsurat, SMA Montesori menginduk di SMA Muhammadiyah Temanggung, dan SMA Nurlintang karena belum ada siswa yang kelas XII. “Dari 16 SMA ini, ada empat yang sudah menjalankan UNBK dua kali, dan yang lainnya baru sekali tahun ini,” terangnya.

Pelaksanaan UNBK sendiri akan dilakukan mulai 9 April dan akan berakhir pada 12 April. “Hari pertama mata pelajaran Bahasa Indonesia, kemudian hari kedua Matematika, hari ketiga Bahasa Inggris dan terakhir mata pelajaran sesuai dengan jurusan masing-masing,” tandasnya. (set)

Facebook Comments