Radar Batang

Pengelola Konstruksi Diminta Gerak Cepat

OPD Progres Kegiatan

INTERAKSI – Sejumlah Pimpinan OPD Pemkab Batang memberikan penjelasan terkait progres kegiatan tahun 2018 di hadapan Bupati, Sekda, dan Asisten 2, saat rakorpok 1, pekan kemarin.
AKHMAD SAEFUDIN

BATANG – Memasuki triwulan dua Tahun Anggaran 2018, jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Batang diminta mulai aktif merealisasikan kegiatan-kegiatannya. Secara khusus untuk pengelola pekerjaan konstruksi, mereka diminta bergerak cepat agar proyek bisa dilaksanakan sebelum puasa.

Stressing itu disampaikan kepada segenap OPD saat Rakor Pengendalian Operasional Kegiatan (Rakorpok) 1 Tahun 2018, baru-baru ini. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Batang, Drs H Nasikhin MH, mengatakan, percepatan pengerjaan kegiatan konstruksi setidaknya memiliki dua kepentingan. Pertama, untuk meminimalisir proyek bermasalah, terutama terkait manajemen waktu.

“Ya paling tidak waktu kontrak bisa dibuat maksimal sampai Oktober atau mentok-mentok November, sehingga kalaupun ada masalah, misal pekerjaan belum selesai, kan ada kesempatan perpanjangan waktu,” ungkap Nasikhin.

Kedua, percepatan pelaksanaan kegiatan konstruksi juga menurut Sekda untuk memacu penyerapan anggaran, oleh sebab, triwulan 1 selalu tak efektif untuk memaksimalkan keterserapan anggaran.

“Kami berharap, pengelola proyek fisik untuk segera memproses pengadaannya dan segera mulai dilaksanakan. Baiknya memang sebelum puasa untuk proyek-proyek dengan tingkat konstruksi yang rumit sudah mulai pelaksanaan, karena peluang tak selesai saat waktu kontrak habis biasanya cukup tinggi,” terangnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, tingkat serapan anggaran pada triwulan 1 Januari sampai Maret tercatat masih rendah. Kabag Pengendalian Pembangunan (Dalbang) Setda Batang, A Handy Hakim S Sos, mengungkapkan, sesuai hasil evaluasi realiasi anggaran/kegiatan, progresnya di triwulan 1 cenderung belum bisa optimal. Terbukti, dari total pagu belanja langsung sebesar Rp 663.532.703.131, realisasinya sepanjang Januari sampai Maret baru Rp 37.088.694.242.

“Artinya, tingkat realisasi belanja langsung baru sebesar 5,59%. Data itu mencakup serapan di setiap OPD,” ungkap Handy, Kamis (5/4).

Dia berharap di triwulan 2 ini ada progres serapan anggaran yang signifikan, sehingga akhir semester pertama sudah bisa terserap minimal 50%. “Mudah-mudahan ada kenaikan signifikan. Karenanya trennya di triwulan pertama sulit untuk optimal,” ujar Handy. (sef)

Penulis: Akhmad Saefudin & Redaktur: Dony Widyo

Facebook Comments