Metro Pekalongan

Masterplan Pasar Banjarsari Diminta Rampung Tahun ini

Musrenbang

SAMPAIKAN MASUKAN – Ketua DPRD Kota Pekalongan, Balgis Diab saat menyampaikan masukan dalam Musrenbang Perubahan RPJMD kemarin.

KOTA PEKALONGAN – DPRD Kota Pekalongan meminta agar selain melakukan penanganan terhadap dampak kebakaran Pasar Banjarsari, Pemkot juga harus bergerak cepat dalam rencana pembangunan kembali pasar terbesar di Kota Pekalongan itu.

DPRD meminta agar tahun ini perencanaan pembangunan Pasar Banjarsari selesai dilakukan, baik rencana anggaran maupun masterplan pembangunan.

Hal itu disampaikan Ketua DPRD Kota Pekalongan, Balgis Diab yang ditemui usai Musrenbang, kemarin. Balgis menyatakan, dengan rampungnya rencana anggaran dan masterplan, maka pembangunan pasar bisa segera dilakukan. “Kami berharap setelah semuanya jelas maka pembangunan bisa dilakukan dan selesai dalam satu tahun anggaran. Sehingga ketika 2018 perencanaan sudah siap, dan sumber anggaran sudah didapat, pembangunan bisa dilakukan di tahun berikutnya,” kata Balgis.

Dengan begitu, dikatakan Balgis, pedagang dapat secepatnya mendapat kepastian untuk kembali ke bangunan pasar. “Ketika perencanaan dapat diselesaikan tahun ini maka saat sumber anggaran sudah turun maka pembangunan tidak sampai multiyears, tapi dapat dirampungkan dalam satu tahun anggaran. Sehingga pedagang bisa segera mendapat kepastian,” tambahnya.

Masukan terkait pembangunan kembali Pasar Banjarsari, menjadi salah satu dari tujuh poin masukan DPRD yang disampaikan dalam rangka perubahan RPJMD. Tujuh poin lain yakni diantaranya percepatan penanganan rob yang harus dilakukan secara terpadu dan terencana, sehingga penanganan dapat lebih efektif.

Kemudian juga terkait antisipasi hadirnya jalan tol, DPRD juga meminta agar hadirnya exit tol dapat dimanfaatkan maksimal sehingga roda perekonomian di Kota Pekalongan tidak mati. Selanjutnya terkait penanganan lingkungan seperti sanitasi, kebersihan lingkungan dan kawasan kumuh juga harus menjadi prioritas.

“Terkait sampah, sudah menjadi isu nasional. Seperti diketahui, di Kota Pekalongan terdapat TPA yang sudah hampir overload, sehingga penanganan sampah harus dilakukan terpadu mulai dari tingkat rumah tangga dan perkantoran sehingga penanganan sampah dapat lebih efektif,” jelas Balgis.

Terkait rencana pembangunan kembali Pasar Banjarsari, Walikota Pekalongan, Moch Saelany Machfudz mengatakan bahwa dalam beberapa waktu terakhir pihaknya sudah berupaya mengakses bantuan anggaran dari pemerintah pusat. Ia menyatakan, belum ada kepastian anggaran untuk membangun kembali pasar tersebut.

“Kami beberapa kali ke kementrian dalam rangka itu. Tapi sampai saat ini belum ada kepastian dari mana sumber anggaran untuk pembangunan kembali Pasar Banjarsari,” jelasnya.

Selain pemerintah pusat, dikatakan Saelany Pemkot juga berupaya mengakses bantuan dana dari provinsi. “APBD Provinsi juga coba kami akses, sehingga harapannya ada anggaran dari provinsi dan pusat,” tandasnya. (nul)

Penulis: M. Ainul Atho’ & Redaktur: Abdurrahman

Facebook Comments