Metro Pekalongan

KBP Kebut Susun Masukan Tekan Kemiskinan

KBP

DISKUSI – Sejumlah elemen yang tergabung dalam Kelompok Bangun Perkotaan (KBP) saat menggelar diskusi tematik dalam rangka menyusun masukan terkait kemiskinan untuk review RPJMD.

Untuk Review RPJMD

Kelompok Bangun Perkotaan (KBP) menggelar diskusi tematik dalam rangka menyusun rekomendasi penanggulangan kemiskinan sebagai bagian untuk masuk dalam review RPJMD 2016-2021.

KBP menargetkan, hasil diskusi bertajuk ‘Review Strategi Penanggulangan Kemiskinan Daerah Dalam Konteks Review RPJMD Kota Pekalongan Tahun 2016 – 2021’ tersebut bisa diperoleh sebelum pembahasan RPJMD yang dimulai pekan ini.

“Saat ini sedang ada proses perubahan RPJMD Kota Pekalongan 2016–2021, diharapkan hasil diskusi tematik ini dapat menjadi salah satu bagian dalam proses perubahan RPJMD kita,” terang Koordinator KBP Kota Pekalongan, Sudjaka Martana dalam laporannya, Sabtu (7/4) di Ruang Amarta.

Hadir dalam diskusi tematik tersebut antara lain Dinas Kesehatan, Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan, Dinas Pendidikan Dinas Perumahan dan Pemukiman, Pengusaha, Akademisi, serta LPM dan BKM. Diskusi sendiri bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan wawasan bagi anggota KBP, dalam upaya penanggulangan kemiskinan serta memberikan bekal pengetahuan dalam pemecahan masalah dan solusinya dalam penanggulangan kemiskinan.

Anton, sapaan akrab Sudjaka Martana menyatakan, tema diskusi hari ini dipilih sebagai penyempurnaan strategi penanggulangan kemiskinan daerah. “Kemiskinan itu dipengaruhi oleh empat faktor, yaitu miskin karena nganggur, miskin karena kesehatan, miskin karena pendidikan, dan miskin karena faktor infrastruktur dasar yang belum terpenuhi,” ungkapnya.

Lebih lanjut, pria yang juga Ketua Komisi C itu menjelaskan bahwa diskusi kali ini menjadi salah satu masukan sebagai review untuk RPJMD Kota Pekalongan Tahun 2016–2021.
“Saat ini sedang ada proses perubahan RPJMD Kota Pekalongan 2016 – 2021, diharapkan hasil diskusi tematik ini dapat menjadi salah satu bagian dalam proses perubahan RPJMD kita,” terang Anton.

Ia menyatakan, pihaknya mengajak agar seluruh elemen dapat berpikir untuk penuntasan kemiskinan dalam tiga tahun kedepan. Kota Pekalongan katanya, harus lebih baik dalam menekan angka kemiskinan melalui upaya bersama sebagai relawan Kota Pekalongan yang ikhlas menyumbangkan tenaga, waktu dan pikiran untuk Pekalongan yang lebih baik.

“Pada bulan Mei mendatang akan ada rapat paripurna, sehingga diskusi tematik ini memang harus segera dilaksanakan guna mengejar review RPJMD yang minggu depan (pekan ini) akan segera dibahas sebagai bahan rekomendasi,” tambahnya.

Sementara itu, ditemui seusai sambutan Asisten Pembangunan Sri Wahyuni yang hadir mewakili Walikota Pekalongan menyampaikan, sasaran yang dituju dari diskusi tematik ini adalah untuk memperoleh masukan dari Kelompok Bangun Perkotaan Kota Pekalongan.

“Arah dari diskusi ini merupakan rekomendasi yang akan diberikan kepada Walikota Pekalongan dan akan ditindaklanjuti oleh OPD, terutama ini untuk review strategi penanggulangan kemiskinan yang nantinya akan disinkronkan dengan review RPJMD 2016-2021,” kata Sri Wahyuni.

Ia menjelaskan, KBP merupakan kelompok diskusi yang terdiri dari berbagai elemen.
“Semua unsur elemen masyarakat yang ada di Kota Pekalongan baik itu pemerintah, akademisi, media, serta lembaga-lembaga kemasyarakatan yang ada, memberikan masukan untuk pembangunan,” pungkasnya.

Dalam diskusi panel, ada empat kelompok yang mmengangkat isu strategis di masyarakat antara lain kelompok kemiskinan dan ketenagakerjaan, kelompok kesehatan, kelompok pendidikan, dan kelompok infrastruktur dasar masing-masing kelompok didampingi oleh koordinator dari Kotaku. (nul)

Penulis: M. Ainul Atho’ & Redaktur: Abdurrahman

Facebook Comments