Radar Jateng

Pesan Duka dari Munari Kernet Bus yang Tewas di Tol Ngawi

*Minta Hutang Dilunasi dan Sang Putri Diminta Sekolah di Akmil

Lebih dari 15 tahun Munari bekerja sebagai kernet bus. Berkali-kali pindah perusahaan, dia akhirnya kembali ke PO Subur Jaya. Nyawanya pun melayang di dalam bus yang bertahun-tahun jadi sumber mata pencahariannya. KHOLID HAZMI, Rembang

Pesan Duka dari Munari Kernet Bus yang Tewas di Tol Ngawi

KENANGAN: Siti Fathonah, istri kernet bus Subur Jaya menunjukkan foto kenangannya bersama suami. Munari, suami Siti Fathonag tewas kecelakaan di Tol Ngawi pada Kamis (5/4).
KHOLID HAZMI/RADAR KUDUS

SITI FATHONAH mengambil telepon genggam miliknya. Dia menghubungi Munari, suaminya pada Rabu (4/4) pukul 19.00. Munari saat itu dalam perjalanan dari Bali menuju Magelang.

Uang kiriman suaminya itu sudah masuk ke rekening. Sebelumnya Siti sempat panik kalau kartu ATM-nya terblokir. Ternyata tidak, ATM masih bisa dipakai. Uang pun sudah diambil oleh Siti. Kabar baik itulah yang disampaikan Siti lewat telepon ke suaminya.

Malam itu, dalam percakapan telepon Munari berpesan agar istrinya segera melunasi hutang. Itupun kalau punya hutang. Hanya itu yang Munari sampaikan ke istrinya. “Pesannya uang segera diambil. Hutangnya segera dikembalikan,” kata Siti.

Percapakan lewat telepon genggam itu jadi komunikasi terakhir Siti sebelum suaminya meninggal. Siti begitu berat menceritakan kenangan terakhir dengan suaminya. Wajahnya nampak sedih ketika ditemui Jawa Pos Radar Kudus kemarin.

Nafasnya sesekali terisak-isak. Seperti mau menangis, tapi tak keluar air mata. Di sampingnya, ada pigura kecil berisi tiga foto. Dua foto pernikahannya. Satu foto ketika mereka berlibur di Bali.

Siti kembali menceritakan percakapan langsung sang suami dengan dia dan tiga anaknya. Selasa (27/3) atau sehari sebelum Munari berangkat, mereka berkumpul di ruang tamu.

Pria berusia 42 tahun itu berpesan ke anak pertamanya yang saat ini kelas X SMK, agar rajin belajar. Lulus sekolah, dia ingin anak perempuannya melanjutkan ke Akademi Militer (Akmil).

Munari menyadari, masuk ke Akmil butuh biaya tak sedikit. Apalagi pekerjaannya sebagai kernet bus. Justru itu yang dijadikan suntikan motivasi ke anak dan istrinya. Meskipun ayahnya kernet bus, anaknya harus bisa jadi tentara.

“Nduk¸ Nanti kamu sekolah di Akmil. Ini bukan umpama. Ini beneran. Walaupun harus pontang-panting biayanya tidak masalah,” kata Siti menirukan pesan suaminya.

Tak hanya ke anaknya, Munari juga berpesan ke istri dan keluarganya. Dia sempat bertanya ke istrinya. Apakah ketika dia meninggal dunia, sang istri akan menikah lagi atau tidak.

Siti menjawab dengan tegas tidak akan menikah lagi. Pertanyaan tersebut kembali diulang oleh Munari. Seolah untuk meyakinkan. Sekali lagi. Jawaban Siti tetap sama. Tidak akan menikah lagi ketika suaminya meninggal dunia. Ditambah janji untuk merawat tiga anaknya.

Siti sama sekali tak menyadari kalau pesan-pesan yang disampaikan suaminya itu sebagai pertanda. Dia juga tak merasakan ada firasat apapun. Baik setelah suaminya pamit berangkat pada Rabu (18/3), ataupun semalam sebelum Munari meninggal dunia.

Dia mendapat kabar sang suami teas kecelakaan di Tol Ngawi dari tetangganya. Kabar itu didapat Siti pada Kamis (4/4) pukul 05.30. Siti dan keluarga hanya pasrah. Tak ada keluarga yang berangkat menjemput jenazah ke Ngawi, Jawa Timur.

Mereka hanya menunggu kedatangan jenazah Munari. Jasadnya tiba di rumah duka RT 03/RW 02, Desa Kemadu, Kecamatan Sulang, Rembang pada Kamis (4/4) pukul 16.00. Oleh keluarga, jenazah dimakamkan sejam usai tiba di rumah duka.

Munari sudah menjadi kernet bus sejak dia belum menikah. Awalnya memang bekerja di PO Subur Jaya. Dia sempat berpindah-pindah perusahaan bus. Masuk ke perusahaan bus lain, lalu keluar. Masuk lagi ke PO Subur Jaya. Nyawanya pun melayang di dalam bus Subur Jaya. “Kalau pergi paling lama ya dua pekan. Di rumah tidak ada sebulan. Satu sampai dua pekan, terus pergi lagi. Setiap dua hari sekali kalau dia pergi, selalu telepon keluarga kasih kabar,” pungkasnya. (*/ali)

Facebook Comments