Metro Pekalongan

Enam Kiat Jadi Konsumen Cerdas

Senam Konsumen Cerdas

SENAM DAN SOSIALISASI – Ratusan orang terdiri dari pejabat Pemkot, OPD, dan masyarakat Kota Pekalongan mengikuti senam sehat dan sosialisasi konsumen cerdas, Jumat (6/4).

KOTA PEKALONGAN – Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM (Dindagkop-UKM) menggelar senam sehat dan sosialisasi konsumen cerdas (Koncer), Jum’at (6/4) di halaman setda setempat.

Senam sehat dan sosialisasi koncer itu diselenggarakan dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-112 Kota Pekalongan.

Sekda Kota Pekalongan Sri Ruminingsih bersama seluruh kepala OPD tampak turut serta berbaur dengan masyarakat mengikuti setiap gerakan dari instruktur senam.
Usai senam sehat para peserta diberikan sosialisasi menjadi konsumen cerdas oleh Kepala Dindagkop UKM Zaenul Hakim.

Dalam sambutannya Zainul Hakim menjelaskan, enam kiat menjadi konsumen cerdas. Antara lain, dalam membeli tegakkan hak dan kewajiban selaku konsumen, teliti sebelum membeli, perhatikan label, Manual Kartu garansi (MKG), masa kadaluarsa, pastikan produk sesuai dengan SNI dan standar mutu K3L( Kesehatan, Keamanan, dan Keselamatan juga lingkungan).
“Selain itu, beli sesuai kebutuhan bukan keinginan, dan cermati klausa baku sebelum menandatangani kontrak,” kata Zaenul.

Dia menambahkan maksud diadakannya sosialisasi konsumen cerdas adalah agar masyarakat sebagai konsumen yang kritis. Berani memperjuangkan haknya apabila barang atau jasa yang dibelinya tidak sesuai dengan yang diperjanjikan, tetapi konsumen juga harus mengerti akan kewajibanya.

“Sosialisasi ini memberikan pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya perlindungan konsumen, sehingga dapat mewujudkan konsumen yang cerdas, kritis dan memilki kesadaran bertindak, baik untuk dirinya sendiri maupun lingkungannya,” jelasnya.

Walikota Pekalongan HM Saelany Machfudz menambahkan, masalah perlindungan konsumen merupakan salah satu hal penting yang sedang berkembang saat ini terutama dengan banyaknya kasus-kasus yang terjadi di masyarakat. Seperti adanya penggunaan bahan berbahaya untuk pangan, peralatan makan dan minum bermelamin yang mengandung formalin, barang yang sudah kadaluarsa, masalah SNI palsu dan yang paling hangat sekarang ini adalah masalah parasit cacing pada ikan makarel dalam kaleng dan berbagai kasus lainnya.

“Oleh karena itu perlu keseriusan dan itikad yang kuat dari seluruh stakeholder dalam melaksanakan amanat perlindungan konsumen sesuai fungsi dan kewenangannya masing-masing,” terang Walikota.

Agar konsumen tidak tertipu dengan barang yang diperdagangkan baik dengan cara promosi dalam bentuk iklan, baik yang ditayangkan di media televisi, radio dan surat kabar maupun yang diperdagangkan di sekolah-sekolah dan di pasar atau supermarket, maka sosialisasi konsumen cerdas dipandang perlu terus dilakukan.

“Sosialisasi hari ini saya harap tidak hanya simbolis saja, akan tetapi upaya sosialisasi betul-betul terus dilakukan oleh dinas terkait kepada masyarakat baik melalui media sosial,internet maupun media-media lainnya, ” tambah Saelany.

Senam sehat dan sosialisasi konsumen cerdas ini diikuti kurang lebih 500 orang terdiri dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), instansi terkait, kecamatan, kelurahan dan masyarakat. (way)

Penulis: Wahyu Hidayat & Redaktur: Abdurrahman

Facebook Comments