Features

Melihat Program Pendidikan di KB Assalam Galih

*Anak Dikenalkan Dilatih Jualan Aneka Jajanan

Anak didik Kelompok Bermain (KB) Assalam Galih, Desa Galih, Kecamatan Gemuh, dikenalkan cara berniaga. Seperti apa? NUR KHOLID MS, Gemuh

Melihat Program Pendidikan di KB Assalam Galih

DIKENALKAN – Anak didik Kelompok Bermain (KB) Assalam Galih, Desa Galih, Kecamatan Gemuh, dikenalkan cara berniaga.
NUR KHOLID MS / RADAR PEKALONGAN

ADA yang berbeda pada Kelompok Bermain (KB) Assalam Galih, kemarin. Kelas anak ini disulap jadi “pasar”. Ya, di sekolah ini anak-anak diperkenalkan berniaga. Aneka ragam makanan dan buah-buahan pun ditawarkan di pasar yang diberi nama “Pasar Tradisional KB Assalam”.

Terlihat, barang dagangan tampak di atas meja tersusun rapi seperti layaknya berada di lapak pedagang. Seperti nasi bungkus, lontong, arem-arem, mie goreng, dan lainya. Ada juga kolak, bubur sagu, martabak, putu ayu, kentaki, gemblong, agar-agar dan bahkan buah sawo.

Lucunya, meski masih anak-anak, mereka terlihat piawai menawarkan barang daganganya, tidak kalah dengan pedagang sungguhan seperti di pasar-pasar tradisional. Saat berjualan, mereka didampingi oleh orangtuanya masing-masing. Mereka pun tampak senang dan begitu menikmati menjadi pedagang dan pembeli. Dalam praktek berniaga tersebut, KB Assalam melibatkan anak didik kelas A dan B1 sebagai pembelinya. Sedangkan penjualnya merupakan anak didik kelas B2 dan B3.

Salah satu anak didik KB Assalam Galih, Arfel, terlihat. “Senang bisa berjualan bareng teman-teman. Ini yang dijual mie goreng. Lumayan banyak yang beli kok. Uang hasil jualan untuk ditabung. Bikin mie gorengnya dibantuin mamah,” kata Arfel, sambil tersenyum malu.

Hal senada diungkapkan Zhafran Hail Qurthubi. Ia juga senang. Banyak pilihan yang dibelinya. “Tadi ikut beli, beli mie goreng yang dijual mas Arfel. Mie bikinan mas Arfel dan mamahnya enak,” kata dia.

Sementara salah satu orangtua, Umi Mukharomah, mengatakan bahwa program sekolahan berjualan dengan melibatkan anak didik bagus dan patut mendapatkan apresaisi. Program ini dapat melatih anak dalam berniaga. “Bagus kegiatan ini. Bisa melatih anak berjualan. Sebab diusia 4 tahun syaraf motorik dan sensorik anak berkembang lebih cepat. Sehingga anak lebih siap dapat menerima ilmu baru, seperti berhitung. Ini bagus dan bisa dilakukan berkelanjutan,” harap dia, ibunda Zhafran.

Kepala KB Assalam, Masrurah, mengatakan, kegiatan berjualan diikuti 90 anak didik. Pembelajaran ini bertujuan mengenalkan pekerjaan juga mendekatkan orang tua dengan anak dalam berkreasi bersama. (*)

Penulis: Nur Kholid Ms | Radar Pekalongan
Redaktur: Widodo Lukito

Facebook Comments