Features

Melihat Ossy, Siswi SMP yang Divonis Kanker Tulang

*Tak tak Bisa Berobat, Hanya Terbaring di Tempat Tidur

Seorang siswi SMP N 1 Kendal, Ossy Mardhianti Utami, dinyatakan menderita kanker tulang. Saat ini, ia hanya bisa tertidur di rumahnya, di Desa Tunggurejo RT 2 RW 1 Kecamatan Patebon Kendal. Seperti apa? Nurkholid, Patebon

Melihat Ossy, Siswi SMP yang Divonis Kanker Tulang

KANKER TULANG – Siswi SMP N 1 Kendal, Ossy Mardhianti Utami menderita kaki bangkak dan divonis mengidap kanker tulang. Kini, hanya bisa tergolek di tempat tidur.
NUR KHOLID MS / RADAR PEKALONGAN

BUTUH BANTUAN. Itulah yang diharapkan keluarga Ossy Mardhianti Utami. Gadis ini menderita kaki bangkak dan tidak bisa berjalan karena mengidap kanker tulang. Ia hanya tertidur di kamarnya. Selama ini Ossy dirawat oleh ayahnya di rumah berdinding kayu.

“Sudah delapan bulan Ossy, hanya terbaring di tempat tidur dan tidak lagi bersekolah. Jangankan berangkat sekolah untuk beraktivitas sehari-hari juga tidak bisa termasuk untuk makan dan minum harus disuapi, ” kata Sutomo, ayahanda Ossy MU, kemarin.

Sutomo merawat buah hatinya yang tergolek di tempat tidur dengan kasih sayang. Ibunya sudah bercerai dengan ayahnya, dan kini bekerja di luar negeri. Ayahnya membantu Ossy mulai dari memandikan, membuang kotoran hingga makan dan minum. Semua aktivitasnya hanya dilakukan Ossy di tempat tidur di kamar yang berukuran sangat kecil. Tubuh Ossy kini hanya tinggal tulang, wajahnya juga kering sesekali menahan sakit karena penyakit yang dideranya. “Ossy awalnya normal dan beraktivitas seperti biasa. Kondisinya mulai turun saat ikut kegiatan di sekolah bulan Agustus 2017, Ossy jatuh saat ikut lomba dan mulai merasakan sakit di kakinya. Sakit di kakinya mulai menjalar ke tubuh, hingga sempat muntah darah dan untuk buang air besar sakit. Saat batuk juga dia harus menahan sakit termasuk makan dan minum,” kata dia.

Kakinya bangkak dan perlanan tidak bisa berjalan, hingga diperiksa ke rumah sakit dan divonis mengidap kanker tulang. Upaya untuk melakukan penyembuhan sudah dilakukannya, mulai kemoterapi dan alternatif lainnya. Sebanyak enam kali Ossy menjalani kemoterapi hingga rambut di kepalanya rontok.

Sutomo mengaku terbentur biaya pengobatan anaknya. Selama ini pengobatan menggunakan Jamkesmas, namun tidak semuanya. Sutomo berharap ada dermawan atau pemerintah bisa membantu anaknya untuk berobat. “Selama ini bantuan datang dari mereka yang mengetahui kondisi Ossy melalui sosial media. Sejumlah komunitas sedekah juga sudah membantu Ossy menjalani kemoterapi di rumah sakit Muwardi Solo,” tukas dia.

Meski terbaring lemas di tempat tidur, Ossy masih mempunyai harapan bisa sembuh dan bermain bersama teman-temannya. “Saya ingin sembuh jadi bisa bermain lagi dengan adikku dan teman teman,” kata Ossy sambil sesekali mengusap air matanya. (*)

Penulis: Nur Kholid Ms | Radar Pekalongan
Redaktur: Widodo Lukito

Facebook Comments