Radar Batang

Distribusi Perangkat TIK Dideadline 10 April

Untuk Menunjang UNBK di 8 SMP

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Batang bergerak cepat untuk memastikan kegiatan pengadaan perangkat Teknologi Informatika dan Komputer (TIK) bagi SMP bisa secepatnya terrealisasi. Pasalnya, mereka harus berkejaran dengan waktu pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) SMP yang akan berlangsung mulai 23 April 2018.

“Mau tidak mau, awal April ini kan perangkat TIK nya sampai di sekolah sasaran. Karena itu, penyedia jasa kita deadline tanggal 10 April barangnya sudah harus terdistribusi ke 8 sekolah,” kata Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) paket pengadaan TIK UNBK, Ahmad Thohari, Kamis (5/4).

Seperti diketahui, tahun ini DAK Pendidikan mengalokasikan bantuan TIK untuk 4 sekolah, yakni SMPN 1 Gringsing, SMPN 1 Warungasem, serta SMPN 1 dan SMPN 2 Batang senilai Rp 263,5 juta/sekolah. Dengan pagu sebesar itu, tiap sekolah akan mendapatkan paket mencakup item seperangkat server, 22 unit laptop, 1swicth hard driver, 1 unit wireless router, 1 UBS server, printer, proyektor, screen proyektor, headset, kabel jaringan/LAN, dan connector.

Sementara dari APBD, juga ada 4 sekolah yang menerima bantuan TIK UNBK, yakni SMPN 1 Tulis, SMPN 1 Reban, SMPN 1 Tersono, dan SMPN 2 Limpung dengan pagu Rp 275 juta/sekolah. Adapun paketnya memuat 1 server, 25 unit laptop, 1 swicth hard river, UBS server, kabel LAN, dan mouse. Perbedaannya yakni pada jumlah unit laptop yang lebih banyak.

“Pengadaannya pakai E-Katalog, penyedianya CV Aksiku Jakarta. Tawar menawarnya sejak 29 Maret dan baru disetujui 2 April kemarin, lalu dibuat SP (Surat Pesanan) dan kita beri waktu 15 hari. Saat ini (kemarin) barang masih di gudang Jakarta, besok (hari ini) sudah sampai gudang Pekalongan, jadi Sabtu insya Allah barang sudah terdistribusi ke sekolah,” terang Thohari.

Karena akan dimanfaatkan untuk UNBK, maka selanjutnya pada 15 April akan dilakukan sinkronisasi server di seluruh sekolah. Sebab sesuai SOP UNBK, tanggal 20 perangkat TIK itu sudah harus tertata di setiap sekolah. “Simpelnya, tanggal 20 itu semua sudah fix dan siap digunakan, sehingga saat pelaksanaan UNBK tidak ada lagi kendala teknis yang dihadapi siswa,” ujarnya.

Thohari mengakui, karena tingkat kebutuhannya yang mendesak, pihaknya memutuskan melaksanakan pengadaan perangkat TIK dari DAK 2018 tanpa harus menunggu turunnya juklak dan juknis. “Sampai hari ini juklak juknisnya belum turun, kalau nunggu itu ya UNBK 4 SMP bisa terancam. Tetapi kami juga tetap berjalan sesuai ketentuan Perpres. Pihak Kementerian sendiri juga rekomendasinya demikian,” pungkasnya. (sef)

Penulis: Akhmad Saefudin & Redaktur: Dony Widyo

Facebook Comments