Radar Batang

Pemkab Batang Dapat Sokongan Dana Rp 6,4 Miliar

Sokongan Dana

BANTUAN – Asisten Pemerintahan Sekda Batang Retno Dwi Irianto didampingi Direktur Holtikultura Kementerian Pertanian Prihasto Prasetyo, beserta Kepala Dinas Pertanian Megayani Tamrin menyerahkan bantuan secara simbolis.
M Dhia Thufail

Kementerian Pertanian Minta Pemkab Kembangkan Holtikultura

Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan mendapatkan asupan dana senilai Rp 6,4 miliar dari Kementerian Pertanian. Dana tersebut diminta digunakan untuk keperluan pengembangan tanaman holtikultura di wilayahnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Batang, Ir Megayani Tamrin mengatakan, hanya ada empat daerah di Jawa Tengah yang mendapatkan bantuan dana dari Kementerian Pertanian. Diantaranya Kabupaten Batang, Magelang, Tegal, dan Temanggung.

“Tidak semua kabupaten mendapatkan kepercayaan seperti ini, maka kita harus memanfaatkannya secara maksimal. Terutama kepada para petani yang akan mengembangkan tanaman bawang dan cabai,” ujar Mega, dalam pertemuan koordinasi Petani Bawang dan Cabe di Hotel Sendang Sari Batang, Kamis (5/4).

Ia juga mengatakan, bahwa Kabupaten Batang mendapatkan jatah kegiatan untuk pengembangan pertanian pada jenis tanaman bawang merah dan bawang putih seluas 50 hektar serta cabai seluas 100 hektar. Namun, yang sudah berjalan dan mendapatkan suport dari Kementerian Pertanian selama tiga tahun terakhir yakni baru tanaman cabai.

“Sudah tiga tahun ini perkembanganya semakin baik dan mampu berkontribusi dalam pengendalian harga, malah di bawah harga pasar. Sehingga bisa dijadikan sebagai sampling untuk penggerak petani di wilayah lain,” jelasnya.

Bupati Wihaji yang di wakili Asisten Sekda Bidang Pemerintahan, Retno Dwi Irianto mengatakan, Kabupaten Batang memiliki potensi geografis maritim dan agraris. Kondisi tersebut mempunyai potensi luar biasa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, baik di bidang perikanan maupun pertanian.

“Saya berharap pada petani untuk betul betul bekerja secara profesional, karena perkembangan dan perubahan teknologi sudah sangat luar biasa. Kalau kita tidak bisa mengembangkan potensi yang ada saat ini, maka akan sia sia dan tidak bermanfaat,” kata Retno.

Disampaikan juga, bahwa pengembangan tanaman holtikultural sangat berpotensi untuk di kembangkan menjadi sebuah obyek wisata. Dan hal ini menjadi konsen Bupati dalam pengembangan pertanian dan perikanan untuk menjadi kuat. Sehinga kebutuhan logistik yang di gunakan oleh wisatawan bisa di cukupi oleh wilayah kita sendiri.

“Pertanian dan perikanan di wilayah kita kuat untuk mendukung tahun kunjungan wisata dengan Surganya Asia. Maka di harapkan, kebutuhan logistik wisata dapat tercukupi oleh pertanian dan perikanan kita sendiri,” terangnya. (fel)

Penulis: M. Dhia Thufail & Redaktur: Dony Widyo

Facebook Comments