Radar Batang

Masyarakat Diharap Beri Data yang Berkualitas

FGD BPS

MEMANDU – Perwakilan Diskominfo Batang, Sujinto saat memandu FGD yang digelar BPS Kabupaten Batang, Kamis (5/4).
NOVIA ROCHMAWATI

BATANG – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Batang berharap masyarakat dapat memberikan data yang berkualitas. Hal ini tentunya untuk mendukung BPS dalam program kerjanya. Terlebih tahun ini BPS akan melakukan Survei Disagregasi Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) 2018.

Hal ini disampaikan Kepala BPS Batang, Tina Wahyufitri SSi MSi dalam Focus Group Discussion (FGD) untuk mensosialisasikan Survei Disagregasi PMTB 2018 di Hotel Sendang Sari, Kamis (5/4). Acara ini dihadiri oleh OPD terkait, Camat, pelaku usaha di Kabupaten Batang dan perwakilan masyarakat.

“Kegiatan pencacahan akan dilaksanakan serentak seluruh Indonesia pada Bulan April hingga Juni 2018. Dan kami berharap untuk masyarakat yang terpilih untuk memberikan data yang berkualitas. Sehingga ketika diolah BPS data tersebut dapat bermanfaat dan tepat guna dalam menentukan kebijakan pemerintah,” terangnya.

Dijelaskan, PMTB digunakan untuk menggambarkan tingkat investasi yang dilakukan oleh pelaku ekonomi. Survei Disagregasi PMTB dilakukan dengan harapan dapat memudahkan pemerintah dalam pengalokasian anggaran sesuai target pertumbuhan yang hendak dicapai. Selain itu, survei ini diharapkan dapat memudahkan pemerintah melakukan perencanaan pertumbuhan ekonomi yang lebih detail sehingga lebih akurat.

Kasi Nerwilis BPS Batang, Sri Winarsih, SSi MEc Dev menerangkan, seluruh sektor institusi akan tercakup dalam kegiatan survei. Mulai dri rumah tangga, pemerintah, perusahaan, hingga lembaga non-profit. Survei ini bakal melibatkan sekitar 37 ribu sampel akan diambil di seluruh Indonesia dan lebih dari 2.500 sampel berada di Jawa Tengah. Kegiatan pencacahan akan dilaksanakan serentak seluruh Indonesia pada Bulan April hingga Juni 2018.

Selain kegiatan survei PMTB, bulan Mei 2018 BPS akan melakukan Pendataan Potensi Desa (PODES) 2018 yang akan mendata ketersediaan infrastruktur dan potensi yang dimiliki oleh setiap wilayah administrasi setingkat desa/kelurahan, kecamatan, dan kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Sehingga akan menghasilkan data potensi desa/kelurahan tentang sosial, ekonomi, sarana, prasarana wilayah.

Kemudian BPS juga akan melakukan Survei Pertanian Antar Sensus (SUTAS) 2018. Sektor pertanian merupakan salah satu sektor kunci yang memainkan peran yang sangat penting karena menyerap tenaga kerja yang banyak, sumber pertumbuhan ekonomi, menggerakkan sektor lainnya dalam perekonomian nasional, dan penyumbang devisa. Perubahan usaha pertanian sangat cepat mengikuti perkembangan teknologi, perubahan musim, dan harga.

“Jadi dengan diadakannya FGD ini kami berharap ada kerja sama dan dukungan yang baik antara BPS dengan pemerintah dan masyarakat. Sehingga nantinya survei dapat menghasilkan data yang akurat, khususnya untuk menentukan kebijakan-kebijakan strategis di Batang,” tandasnya. (nov)

Penulis: Novia Rochmawati & Redaktur: Dony Widyo

Facebook Comments