Radar Kajen

Jelang Pilgub, Marak Isu Sara

Rakor Desk Pilgub 2018

RAKOR – Wakil Bupati Pekalongan Arini Harimurti (tengah), bersama Sekda Mukaromah Syakoer (kanan) dan Dandim 0710 Pekalongan Letkol Inf Muhammad Ridha, saat menghadiri Rakor DESK Pilgub 2018, di Aula Setda setempat, Kamis (5/4).
MUHAMMAD HADIYAN

KAJEN – Informasi atau berita tak jelas, ujaran-ujaran kebencian yang mengandung unsur suku, agama, ras dan antar golongan (sara), berita hoax di media-media sosial, semakin marak menjelang perhelatan Pilkada. Kondisi ini dikhawatirkan dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.

Hal ini diungkapkan Wakil Bupati Pekalongan Arini Harimurti, saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Dukungan Elemen Satuan Kerja (DESK) Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah Tahun 2018, di Aula Setda setempat, Kamis (5/4).

“Marilah kita bersama memberikan pemahaman serta pendidikan politik kepada masyarakat, terutama para generasi muda agar selalu lebih bijak mencermati setiap berita secara jelas. Sehingga tidak begitu saja mensharing berita hoax yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa,” kata Arini di depan audien Rakor.

Arini Harimurti dalam membacakan sambutan Bupati Pekalongan, juga mengungkapkan, partisipasi pemilih pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah tahun 2013 yang lalu hanya mencapai 55,73%.

“Melalui Desk Pilgub ini kita ajak semua elemen masyarakat untuk hadir menggunakan hak pilihnya pada pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah pada hari Rabu, tanggal 27 Juni 2018 mendatang agar tingkat partisipasi pemilih meningkat dan tidak menjadi golput,” ungkap Arini.

Wakil Bupati atas nama Bupati mengharapkan, Tim Desk Pilgub Jateng melakukan koordinasi secara intensif agar terwujud kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kabupaten Pekalongan.

“Lakukan penegakkan hukum secara tegas dan transparan pada setiap tahapan rangkaian proses Pilgub. Lakukan pula identifikasi kondisi sosial politik wilayah guna mewaspadai adanya tindakan-tindakan destruktif yang dapat menghambat proses pelaksanaan Pilkada serentak tahun 2018 di Kabupaten Pekalongan,” tegas Wakil Bupati.

Sementara itu, Kabag Tata Pemerintahan Setda, Moh Arifin, selaku Ketua Panitia Penyelenggara Rakor, dalam laporannya menyampaikan tujuan diadakan Rakor yakni guna memberikan pemahamanan kepada Tim Desk Pilgub Jateng 2018 terkait dengan tahapan dan pengawasan Pilkada serentak tahun 2018. Selain itu juga untuk penyikapan terhadap isu-isu strategis di wilayah Kabupaten Pekalongan.

Setidaknya ada 120 peserta yang hadir dalam Rakor. Mereka terdiri atas unsur Forkompinda, dan unsur OPD Kabupaten Pekalongan, unsur Muspika, dan perwakilan Pemerintah Desa se Kabupaten Pekalongan. Tampak pula hadir dalam kegiatan, antara lain Komandan Kodim (Dandim) 0710 Pekalongan Letkol Inf Muhammad Ridha, Sekda Mukaromah Syakoer, Asisten Administrasi Sekda, Kabag Humas Polres mewakili Kapolres Pekalongan.

Diikuti oleh para DESK Pilgub baik tingkat Kabupaten maupun Kecamatan. Serta menghadirkan narasumber Ketua KPU Mudasir, SH., MH dan Wahyudi dari Panwaslu Kabupaten Pekalongan. (yan)

Penulis: M. Hadiyan & Redaktur: Widodo Lukito

Facebook Comments