Radar Kendal

Diikuti 500 Orang, TMMD Sengkuyung Dibuka

Diikuti 500 Orang, TMMD Sengkuyung Dibuka

PEMBUKAAN – Upacara pembukaan TMMD Sengkuyung Tahap 1/TA 2018, digelar Kodim 0715/Kendal di lapangan Desa Bulugede RT02, RW05 Kecamatan Patebon.
NUR KHOLID MS / RADAR PEKALONGAN

KENDAL- Upacara pembukaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap 1/TA 2018 digelar Kodim 0715/Kendal di lapangan Desa Bulugede RT02, RW05 Kecamatan Patebon, Rabu (4/4).

Sebagai Komandan Upacara (Danup) Danramil 12/Brangsong, Kapten Cba Azis bukhori muslim. Inspektur Upacara (Irup)nya Wakil bupati Kendal Masrur Maskur. Tema yang diusung “TNI manunggal dengan Rakyat Membangun Karakter dan Kemandirian Bangsa”. Kegiatan upacara diikuti 500 orang. Hadir pada kegiatan itu Bupati Kendal Mirna Annisa, Dandim 0715/Kendal Letkol Czi Hendro Edi Busono, Kapolres Kendal, AKBP Adiwijaya, Kepala SKPD Kabupaten Kendal, Forkopimcam se Kendal, Lurah, toko agama, tokoh masyarakat dan lainnya.

Pada kesempatan itu, Wakil bupati Kendal yang membacakan amanat Gubernur Jateng mengatakan, kegiatan TMMD ini harus disukseskan bersama. Gubernur berharap melalui TMMD Sengkuyung tahap I/TA 2018 bisa optimalkan program lintas sektoral untuk menjadikan masyarakat makmur dan sejahtera dari desa untuk Indonesia. “Hari ini kita dapat bekerja bersama dalam TNI manunggal dengan rakyat dan inilah contoh kebersamaan dan gotong royong. TMMD harus kita sukseskan bersama untuk memajukan desa dengan mengali potensi dan memberikan solusi,” kata dia.

Dandim Kendal Leklol Czi Hendro Edi Busono menegaskan bahwa kegiatan TMMD merupakan program TNI AD untuk mengatasi permasalahan-permasalahan yang ada di masyarakat. Kegiatan TMMD Sengkuyung tahap I ini melibatkan semua unsur mulai dari TNI, Polri, dan juga seluruh komponen masyarakat. “Dengan keterlibatan semua pihak, bersama-sama kita bisa mengatasi permasalahan-permasalahan yang ada di masyarakat,” kata dia.

Pelaksanaan TMMD berlangsung dari 4 April hingga 3 Mei 2018. Selama 30 hari kerja dengan pengerjaan proyek fisik dan non fisik. Proyek fisik berupa pengecoran jalan desa sepanjang 800 meter dengan lebar 3 meter dan ketebalan 12 sentimeter. Sedangkan proyek non fisik yakni penyuluhan hukum dan kamtibmas, PPBN, bahaya narkoba, kesehatan lingkungan, KB KDRT dan keluarga, tenaga kerja dan transmigrasi serta pasar murah. “Pengerjaan TMMD menelan anggaran Rp 285 juta. Yakni, APBD I dan APBD II masing-masing Rp 130 juta. Kemudian swadaya warga Rp 25 juta. Mengerahkan 60 tenaga kerja,” timpal Dandim. (nur)

Penulis: Nur Kholid Ms | Radar Pekalongan
Redaktur: Widodo Lukito

Facebook Comments