Radar Batang

Tingkatkan Literasi Baca Siswa dengan Lomba Mendongeng

Lomba Bercerita

SAMBUTAN – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Batang, Ny Uni Kuslantasi Wihaji memberikan sambutan dalam acara pembukaan lomba bercerita.
M Dhia Thufail

BATANG – Untuk rangka meningkatkan literasi baca sisiwa, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Batang menggelar Lomba bercerita tingkat kabupaten di pendopo Kantor setempat, Rabu (4/4).

Kepala Dinas Pepustakaan dan Kearsipan Kabupaten Batang, Rahmat Nurul Fadilah mengatakan, lomba bercerita yang digelarnya tersebut juga sebagai bentuk untuk memperteguh guru dan siswa agar gemar membaca.

“Dengan gemar membaca, maka mereka akan bisa bercerita. Sehingga hari demi hari, dengan gemar membaca, mereka dapat mengaktualisasikannya dalam bentuk bercerita,” ungkap Rahmat.

Rahmat mengatakan, lomba bercerita yang juga digelarnya untuk memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Batang ke 52 itu, bertemakan kekhasan kebudayaan lokal daerah.

Dengan mengangkat tema tersebut, kata Rahmat, ia berharap budaya lokal akan tetap berkembang di tengah tengah masyarakat. Karena tidak dapat dipungkiri, kemajuan informasi teknologi juga berdampak kepada perilaku dan budaya masyarakat.

Untuk peserta lomba, disebutkan Rahmat, bagi menjadi dua kategori, yakni kategori guru dan siswa SD.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Batang, Ny Uni Kuslantasi Wihaji mengatakan, bahwa lomba bercerita memiliki arti dan makna startegis bagi pembinaan dan pengembangan budaya membaca, menulis serta menumbuhkan rasa percaya diri untuk berani bercerita.

“Perlu kita pahami dan ketahui bersama, bahwa apa yang kita kerjakan dengan tekun dan bersungguh sungguh, pasti akan bisa berjalan dengan baik meraih sukses,” bebernya.

Dijelaskan juga, bahwa penanaman dan pelestarian nilai-nilai budaya luhur sebagai peningkatan pengetahuan tentang cerita rakyat, perlu terus dikembangkan dan di tingkatkan melalui membaca, menulis dan bercerita.

“Dari situ, banyak terkandung kesan dan pesan positif yang bisa di petik dan dijadikan suri tauladan bagi generasi muda,” jelasnya.

Dikatakanya, bahwa bercerita merupakan metode sekligus media komunikasi yang menjadi tradisi dari generasi ke generasi. Untuk itu, diharapkan siswa bisa bercerita dihadapan audien, sehingga peserta lomba harus membaca berulang dan memahami isi dari buku tersebut. (fel)

Penulis: M. Dhia Thufail & Redaktur: Dony Widyo

Facebook Comments