Metro Pekalongan

Gelombang Mereda, Aktivitas TPI Mulai Normal

Lelang TPI

MULAI NORMAL – Aktivitas di TPI Kota Pekalongan sudah kembali normal sejak akhir Maret lalu, pasca kondisi gelombang besar yang mulai mereda.
M. AINUL ATHO

KOTA PEKALONGAN – Aktivitas TPI Kota Pekalongan, mulai kembali normal setelah sebelumnya tak ada aktivitas bongkar dan lelang ikan selama Januari-Februari lalu. Sejak 26 Maret 2018, tercatat mulai terdapat kapal yang melakukan bongkar dan lelang ikan.

Setiap hari, setidaknya terjadi lelang 40 hingga 50 ton ikan dengan raman Rp600 juta hingga Rp800 juta.

Hal itu diungkapkan Kepala TPI Kota Pekalongan, Sugiyo kepada Radar, kemarin. Ia menyatakan, kembali normalnya aktivitas bongkar dan lelang ikan di TPI dikarenakan kondisi gelombang besar yang mulai mereda. Sehingga banyak kapal yang berangkat sejak Januari-Februari sudah berani kembali ke TPI dan melakukan bongkar tangkapan.

“Sudah kembali normal sejak 26 Maret. Sudah ada kapal yang masuk, kapal-kapal yang sebulan dua bulan sebelumnya berangkat. Karena gelombang sudah normal, mereka kemudian langsung kembali berangkat dan kemungkinan akan kembali pada Mei hingga Juni mendatang. Sehingga perkiraan kami pada bulan-bulan itu kegiatan lelang kembali ramai,” tambahnya.

Meskipun sudah kembali normal, dikatakan Sugiyo, kualitas tangkapan masih belum begitu baik dan bervariasi. Sebagian besar ikan hasil tangkapan yang dibongkar yakni ikan lemuru dengan harga jual yang juga belum begitu bagus antara Rp9.500 hingga Rp11.000.
“Kalau hasilnya, secara produksi masih rendan dan kualitasnya belum begitu bagus karena kondisi laut baru terkena badai dan gelombang tinggi,” jelas Sugiyo.

Dengan kembali normalnya aktivitas bongkar dan lelang di TPI, jumlah PAD yang masuk juga bertambah. Dikatakan Sugiyo sejak awal tahun hingga saat ini PAD TPI sudah mencapai Rp400 juta. Namun jumlah itu masih jauh dari target PAD tahun 2018 yakni sebesar Rp6 miliar. Ia memperkirakan, pemasukan besar akan terjadi pada bulan Mei hingga Juli mendatang. “Kami akan kejar dari Mei hingga Juni, karena sudah banyak kapal yang berangkat. Bahkan ada kapal-kapal yang melakukan kontrak dengan nelayan dan ABK. Kontrak itu berupa nelayan tidak pulang selama lebaran tapi ada kompensasi. Sehingga kami perkirakan bahwa kapal sudah mulai full time melaut,” tuturnya.

Kondisi gelomban yang kembali normal, juga disampaikan Ketua HNSI Kota Pekalongan, Imam Menuharun. Ia menyatakan, saat ini nelayan sudah kembali beraktivita melaut seperti biasa. “Kapal di bawah 30 GT sudah mulai melaut kembali. Untuk yang di atas 30 GT juga sudah berangkat tapi masa melautnya satu sampai dua bulan,” kata Imam.

Kondisi tersebut dikatakannya sudah berlangsung sejak 20 Maret lalu. “Sudah ada kapal yang lelang kembali meskipun tidak setiap hari. Khususnya untuk kapal besar, mungkin tidak setiap hari ada lelang,” tandasnya. (nul)

Penulis: M. Ainul Atho’ & Redaktur: Abdurrahman

Facebook Comments