Radar Tegal

Geliat Mantan PSK Pascapenutupan Tempat Prostitusi

*Buka Usaha Halal, Dapat Suntikan Dana Pusat

PASCA penutupan area tempat prostitusi pantura, sedikitnya 259 Pekerja Seks Komersial (PSK) yang terdaftar sempat menerima bantuan keuangan dari Kemensos dan pelatihan agar mereka benar-benar bisa meninggalkan aktivitas lamanya. Lalu? HERMAS PURWADI

Geliat Mantan PSK Pascapenutupan Tempat Prostitusi

ALIH PROFESI – Mantan PSK yang beralih profesi mengeluti usaha warungan.
HERMAS PURWADI/RADAR SLAWI

Kini segelintir dari mereka benar-benar memanfaatkan bantuan itu untuk meniti kehidupan baru yang lebih berkah melalui usaha yang dilakukannya.

Kesungguhan, Dairoh,39, sebut saja demikian, mantan PSK di kawasan pantura patut diacungi jempol. Dia kini memilih menekuni profesi baru sebagai tenaga servis ponsel dengan bekal yang sebelumnya didapatkan dari pelatihan. Hal yang sama dilakukan Eli Hartati,34, yang membuka warung kopi dan gorengan, serta Rubiyatun, 35, dengan usaha laundrinya.

Sementara Kasri,37, dan Siti Chasanah memilih membuka usaha warung soto dan mie ayam gembira.

Itulah beberapa mantan PSK yang punya kemauan kuat untuk hijrah memulai kehidupan baru yang lebih berkah.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Tegal Nurhayati melalui Kabid Rehabilitasi Sosial Fatihah mengungkapkan, pusat dalam hal ini Kemensos tidak berdiam diri atas itikad kuat mantan PSK untuk meniti kehidupan barunya.

“Kemensos justru kembali menggelontorkan bantuan modal usaha bagi mereka yang benar- benar menjalankan usaha baru. Pusat menggelontorkan bantuan sebesar Rp 4 juta untuk bidang usaha baru yang dijalankan mantan PSK yang sudah terverifikasi,”ujarnya.

Dari hasil verifikasi yang sempat dilakukan di Peleman, belum ada eks-PSK yang tergerak membuka usaha baru yang lebih positif.

“Baru di wilayah Kramat sudah terdeteksi 8 orang mantan PSK yang mencoba membuka usaha baru dan kami usulkan ke pusat untuk diverifikasi. Mereka ada yang membuka usaha bilasan air di pantai, warung ponggol untuk menyetok karyawan atau buruh pabrik, dan warung kopi,”jelasnya. Pihaknya mengaku, untuk tahun ini bantuan terdampak atas penutupan empat tempat prostitusi pantura akan diarahkan pada anak-anak usia sekolah di kawasan tersebut.

“Anak-anak usia sekolah yang terdampak atas penutupan tempat prostitusi akan mendapatkan bantuan perawatan sekolah berupa tas, buku, sepatu dan pakaian seragam untuk 100 orang anak dari 90 KK yang terdaftar,”rincinya.

Diakuinya, ada sebagian dari mantan PSK yang berupaya mengelabui seolah-olah membuka usaha baru, untuk mendapatkan kucuran bantuan pusat. Namun semua verifikasi akan dilakukan langsung oleh pusat melalui Kemensos, untuk memastikan apakah usaha yang dirintisnya benar-benar ada dan benar-benar miliknya. (*/ima)

Facebook Comments