Radar Batang

Angka Kematian Ibu Hamil dan Bayi Masih Tinggi

BOK

SOSIALISASI – Bupati didampingi Kepala Dinas Kesehatan memberikan pengarahan pada acara Sosialisasi Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) di Aula Kantor Bupati, Selasa (3/4).
M Dhia Thufail

Pemerintah Gelontorkan Dana Bantuan

Angka kematian ibu hamil dan bayi di Kabupaten Batang cukup tinggi. Tercatat, sejak Januari sampai dengan April 2018, sudah ada 6 ibu hamil dan 42 bayi meninggal dunia.

“Ya, sampai dengan bulan April sudah ada 6 ibu hamil dan 42 bayi yang meninggal dunia. Kondisi tersebut memerlukan penanganan ekstra,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, dr Hidayah Basbeth, dalam gelaran Sosialisasi Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) di Aula Kantor Bupati, Selasa (3/4).

Ia mengatakan, untuk menurunkan angka kematian ibu hamil dan bayi, pihaknya akan menggunakan program bantuan dari pemerintah. Yaitu Bantuan Operasional Kesehatan (BOK).

“Bantuan dari pemerintah untuk Kabupaten Batang itu sendiri nilainya mencapai Rp11 juta. Yang kemudian akan langsung dialokasikan ke rekening masing masing Puskesmas dan besaranya pun berbeda beda,” katanya.

Dijelaskan Basbeth, bahwa bantuan BOK itu memang diperuntukkan atau ditujukan kepada setiap Puskesmas. Bantuan selenjutnya digunakan oleh para petugas Puskesmas untuk melakukan kegiatan pencegahan dan promosi kesehatan kepada masyarakat disekitar.

“Anggran itupun bisa di gunakan untuk kegiatan yang inovatif dan kreatif, dalam rangka membantu ibu hamil untuk menurunkan angka kematian ibu dan anak. Mengingat, angka kematian ibu hamil di Kabupaten Batang cukup tinggi,” jelas Basbeth.

Sementara itu, Bupati Batang, Wihaji menyampaikan, agar para petugas Puskesmas dapat memaksimalkan program bantuan pemerintah yang diprioritaskan untuk menurunkan angka kematian ibu hamil dan bayi.

Dengan adanya program BOK dari pusat ini, lanjut Bupati, diharapkan para petugas Puskesmas dapat lebih inten untuk turun ke tengah tengah masyarakat dan membantu mereka yang membutuhkan.

“Salah satu misi pemerintah daerah Kabupaten Batang, yaitu meningkatkan kualitas pembangunan sumber daya manusia seutuhnya melalui optimalisasi gerakan pemberdayaan masyarakat di berbagai bidang secara terpadu. Sehingga, setiap masyarakat berhak untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang bermutu, sesuai dengan kebutuhan dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat,” beber Bupati.

Ia juga menekankan , perlunya ada indikator peningkatan layanan kesehatan yang bisa dicapai seperti pengurangan angka gizi buruk, angka kematian pada bayi dan balita, angka kematian pada Ibu hamil serta peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya perilaku hidup sehat.

“Ada mitos yang melekat pada masyarakat kita tentang larangan mengkonsumsi makanan yang berasal dari laut atau beraroma amis. Padahal dari situlah gizi tertinggi yang sangat dibutuhkan oleh tubuh kita, disinilah peran para petugas kesehatan puskesmas untuk memberikan sosialisasi pada masyarakat,” tandas Bupati. (fel)

Penulis: M. Dhia Thufail & Redaktur: Dony Widyo

Facebook Comments