Radar Tegal

Pendaki Diavakuasi dari Puncak Slamet

Pendaki Dievakuasi dari Puncak Slamet

EVAKUASI – Tim mengevakuasi pendaki yang tidak sadarkan diri karena terkena hipotermia.
ROCHMAN GUNAWAN

*Tidak Sadarkan Diri Terkena Hipotermia

BUMIJAWA – Seorang pendaki bernama Rovita Hasanah, 16, warga RT 11 RW II, Desa Pesayangan, Kecamatan Talang terpaksa dievakuasi karena terkena hipotermia saat melakukan pendakian ke puncak Gunung Slamet.

Rekan korban, Sefu mengatakan, dia bersama korban dan 10 rekannya melakukan pendakian Sabtu (31/3) sekitar pukul 06.00. Mereka mlintas melalui jalur Guci via basecamp Gupala.

Esoknya, Minggu (1/4) sekitar pukul 07.30 saat dia bersama rombongan berencana untuk kembali ke bawah. Korban mengalami hipotermia sampai tidak sadarkan diri. Melihat kondisi tersebut, pendaki lain membawa korban dengan cara dipapah hingga tiba di pos 5.

Setibanya di pos 5, korban diberikan pertolongan pertama dari pendaki lain. Kemudian dia bersama seorang pendaki bernama Nita turun untuk melaporkan kejadian tersebut ke basecamp Gupala, sisanya menemani sembari berupaya memberikan pertolongan kepada korban.

“Kami tiba di basecamp Gupala sekitar pukul 15.00 dan langsung melaporkan kejadian tersebut,” jelasnya.

Yoyo, petuga di basecamp Gupala menambahkan, begitu mendapat laporan ada pendaki yang terkena hipotermia, pihaknya langsung berkoordinasi dengan anggota Gupala lainnya dan KSB Guci untuk membentuk tim evakuasi.

Sekitar tiga puluh menit kemudia, tim evakuasi pertama yang terdiri dari Khobir dan Bilal naik ke Gunung Slamet untuk memberikan pertolongan. Keduanya bertemu dengan korban dan rombongan pendaki lain di pos 3, selanjutnya korban langsung dievakuasi turun.

Sekitar pukul 18.30, tim evakuasi kedua yang terdiri dari tujuh orang yaitu Nasor, Ari, Punjul, Minif, Lukman, Centeng dan Lawung menyusul tim evakuasi pertama. Kedua tim evakuasi tersebut akhirnya beryemu di pos 2 pendakian Gunung Slamet. Selanjutnya korban dievakuasi dengan cara estafet.

Sekitar pukul 20.30, tim evakuasi ketiga yang terdiri dari Slamet dan Pikni ikut membantu dengan mengendarai sepeda motor trail untuk menyusul dua tim yang telah berangkat sebelumnya.

Kurang dari satu jam, mereka bertemu di pos 1 dan korban selanjutnya dievakuasi dengan motor trail untuk memangkas waktu. Tidak berselang lama, sekitar pukul 22.00, korban dan ketiga tim evakuasi tiba di basecamp Gupala. Kondisi korban saat itu masih belum sadarkan diri sehingga tim langsung menghubungi Sibat PMI Bumijawa dan TRC Puskesmas Bumijawa untuk meminta bantuan medis. Pukul 23.00, tim Sibat PMI dan TRC Puskesmas Bumijawa tiba di basecamp Gupala dan langsung dilarikan ke UGD Puskesmas Bumijawa.

“Pukul 23.15, korban ditangani petugas medis dan sepuluh menit kemudian akhirnya sadar dan sampai saat ini masih mendapatkan perawatan lanjutan,” pungkasnya. (gun)

Facebook Comments