Radar Kajen

Pembangunan Tanggul Melintang Segera Dimulai

Ngaji Bareng

PENGAJIAN – Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, saat menghadiri pengajian Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan PAC IPNU dan IPPNU Kecamatan Wonokerto.
MUHAMMAD HADIYAN

Masyarakat Pesisir Diminta Sabar

Pemerintah Kabupaten Pekalongan saat ini tengah menjalankan program pembangunan tanggul untuk mengatasi bencana rob yang sejak tahun 2008 menjadi momok bagi warga pesisir masyarakat Wonokerto dan sekitarnya. Pembangunan tanggul sepanjang 6 kilometer memakan biaya tidak kurang dari Rp500 miliar.

Hal tersebut diungkapkan Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, saat menghadiri pengajian Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan oleh Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Wonokerto, di halaman Mushola Baiturrohim Desa Bebel Kecamatan Wonokerto.

“Saya mohon keikhlasan dan kesabaran segenap warga Kecamatan Wonokerto karena nanti akan ada mobilisasi banyak armada (truk) yang akan melewati jalan-jalan sekitar sini membawa material tanah untuk menguruk tanggul penahan rob. Begitu juga mungkin akan ada beberapa lahan tanah milik warga yang akan terkena pengurukan tanggul tersebut,” ujar Bupati.

Asip menjelaskan, pemerintah akan membangun tanggul penahan rob sepanjang hampir 6 kilometer dengan biaya lebih kurang Rp 500 milyar. Ia berharap dengan akan dibangunnya tanggul penahan rob, rumah-rumah warga masyarakat yang selama ini terdampak rob akan pulih kembali.

Di hadapan ribuan pengunjung, Bupati Asip berjanji akan memperbaiki jalan-jalan yang rusak akibat terdampak rob. “Setelah pembangunan tanggul penahan rob selesai, nanti jalan-jalan di wilayah Kecamatan Wonokerto ini akan kita bangun kembali,” kata dia.

Ia juga berharap, warga masyarakat Wonokerto untuk terus-menerus membangun. Kata Bupati, jangan hanya membangun secara fisik saja, melainkan yang lebih penting adalah membangun mental spiritual, yakni pendidikan.

“Mulai bulan April 2018 ini sekolah-sekolah negeri, baik dari SDN sampai SMPN akan kita tambahkan mata pelajran baru yaitu Hafalan Kitab. Untuk tahap pertama yang sudah kita cetakan adalah kitab Risalatul (Aqidatul) Awwal. Ini untuk pondasi kita semua,” tandasnya.

Menurutnya, hal itu dilakukan disadari bahwa anak-anak di sekolah umum, minim mendapatkan ilmu agama. “Sehingga saya tambahi mata pelajaran seperti yang diajarkan di madrasah,” imbuhnya.

Asip menuturkan, selain program fisik dan pendidikan, pihaknya juga memiliki program di bidang kesehatan bagi seluruh warga masyarakat Kabupaten Pekalongan, yaitu Kartu Kajen Sehat. Dijelaskan Bupati, Kartu Kajen Sehat diperuntukan bagi warga masyarakat yang kebetulan sakit tetapi tidak memiliki kartu BPJS atau Kartu Indonesia Sehat.

“Kartu Kajen Sehat adalah program antisipatif. Kita sudah anggarkan Rp 20 miliar untuk mengantisipasi warga Kabupaten Pekalongan yang kebetulan mengalami musibah sakit. Caranya bagaimana? Gampang, bapak-ibu ke pak Lurah yang akan mengurus kartu ini ke Dinas Kesehatan. Seluruh biaya akan kita tanggung,” terang Bupati. (yan)

Penulis: M. Hadiyan & Redaktur: Widodo Lukito

Facebook Comments