Metro Pekalongan

Data Anak Usia Sekolah Kini Semakin Valid

Kustiati


Kustiati Sri Mulyani

KOTA PEKALONGAN – Dinas Pendidikan, bersama Dinas Kominfo, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Badan Perencanaan Pembangunan dan Penelitian Daerah Kota Pekalongan, serta Kantor Kementerian Agama Kota Pekalongan, dan STMIK Widya Pratama Pekalongan belum lama ini telah menandatangani MoU Pengembangan Database Pendidikan Kota Pekalongan Terintegrasi.

Dengan telah adanya MoU ini, maka kini Dinas Pendidikan maupun instansi terkait yang telah menandatangani MoU akan dengan mudah mengetahui data penduduk yang berhubungan dengan pendidikan, sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing. Terutama, menyangkut data jumlah anak usia sekolah di Kota Pekalongan.

Kepala Dindukcapil Kota Pekalongan Kustiati Sri Mulyani, mengapresiasi langkah yang dilakukan Pemkot Pekalongan dalam bidang pendidikan ini. Menurutnya, sudah menjadi tugas dan fungsi Dindukcapil dalam penyediaan data kependudukan agar dimanfaatkan oleh intansi terkait dalam rangka menyusun kebijakan pembangunan. Termasuk dalam hal pendidikan. Data yang tersediapun valid dan ter-update.

“Data kependudukan yang ada di Dindukcapil bisa dimanfaatkan OPD lain sesuai tugas dan fungsinya, tapi memang harus ada MoU terlebih dahulu. Juga ada batasan-batasan yang jelas, sebagaimana telah diatur dalam Permendagri,” jelas Kustiati, kemarin.

Mengenai MoU dengan Dindik, Dinkominfo, maupun Kankemenag setempat, Kustiati menyampaikan bahwa data yang diperlukan itu terutama berkaitan dengan data usia anak sekolah. Melalui penelusuran NIK, anak yang bersangkutan bisa diketahui tempat tanggal lahirnya. Dan data ini terupdate terus, sesuai dengan pelaporan data masyarakat yang masuk ke Dindukcapil.

“Dengan membuka NIK, akan diketahui anak itu alamatnya dimana, tempat tanggal lahirnya, dan sebagainya. Dengan begitu akan diketahui pula jumlah anak usia sekolah di Kota Pekalongan,” katanya.

Kustiati menambahkan bahwa Dindukcapil sebatas pada menyuplai data. Mengenai pengolahannya, diserahkan ke Dindik maupun instansi terkait menggunakan sistem aplikasi yang telah dibangun.

“Setiap kali ada perubahan atau pembaruan data di Dukcapil, Dinas Pendidikan bisa melihatnya dengan mengakses melalui sistem aplikasi tersebut,” ungkapnya.

Kustiati mengharapkan, dengan adanya kerja sama pengembangan database pendidikan terintegrasi itu, maka anak usia sekolah yang semestinya bersekolah tetapi belum bersekolah akan bisa diketahui. Namun untuk data lebih detail mengenai anak tersebut sudah brsekolah atau belum, Dinas Pendidikan tentunya lebih mengetahui melalui data yang ada pada Dapodik. “Pemkot Pekalongan melalui Dinas Pendidikan juga bisa memanfaatkan data ini untu perencanaan kebijakan berkaitan dengan pendidikan. Haraparannya taraf pendidikan masyarakat Kota Pekalongan akan semakin baik,” imbuhnya. (way)

Penulis: Wahyu Hidayat & Redaktur: Abdurrahman

Facebook Comments