Metro Pekalongan

Soal APK, Tim Paslon Merasa Dirugikan

APK Dicopot

DITURUNKAN – Tim dari Satpol PP bersama Panwas Pemilihan Kota Pekalongan dan Polres Pekalongan Kota, saat menurunkan APK milik paslon yang dinyatakan melanggar aturan.

KOTA PEKALONGAN – Tim pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Tengah mengaku dirugikan perihal Alat Peraga Kampanye (APK) yang dicopot oleh KPU. Sebab banyak APK yang dibuat dan dipasang secara mandiri oleh tim kampanye paslon.

Namun di sisi lain, penyelenggara pemilu itu belum memberikan fasilitasi berupa APK yang sebelumnya sudah dijanjikan. Hal itu dinilai tim paslon Pilgub di Kota Pekalongan sebagai kerugian karena masa kampanye terus berjalan.

“Kami merasa dirugikan. APK yang kami buat dan secara mandiri semuanya diturunkan, tapi fasilitasi APK dari KPU sama sekali belum ada. Padahal masa kampanye sudah berlalu sekitar satu bulan dan terus berjalan. Kami merasa rugi karena sosialisasi tidak bisa maksimal,” ujar Anggota Tim Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Nomor Urut 1, Edy Suprianto, Senin (2/4).

Ia menyatakan, pihaknya merupakan warga negara yang taat dengan aturan hukum. Sehingga ketika APK yang dibuat secara mandiri diturunkan, pihaknya tak mempermasalahkan hal tersebut. Namun menurur Edy, seharusnya KPU konsekuen terhadap aturan yang sudah dibuat yakni dengan menyiapkan fasilitasi APK bagi seluruh pasangan calon. “Harusnya itu sudah siap sejak awal, ketika sudah masuk masa kampanye, fasilitasi APK sudah harus ada.

Sehingga sosialisasi pasangan calon ini bisa maksimal dengan waktu masa kampanye yang tersedia. Jika memang ingin menegakkan aturan, seharusnya semua aturan ditegakkan termasuk penyediaan fasilitasi APK bagi pasangan calon. Tapi nyatanya sampai hari ini kami belum melihat ada APK fasilitasi dari KPU,” tegas pria yang juga Ketua Fraksi PDIP DPRD Kota Pekalongan itu.

Terpisah, Ketua KPU Kota Pekalongan, Basir, saat dikonfirmasi menyatakan bahwa pembuatan dan pemasangan APK bagi paslon merupakan kewenangan KPU Provinsi Jawa Tengah. Dikatakan Basir, menurut informasi saat ini proses pembuatan APK sudah berlangsung, bahkan di beberapa wilayah APK fasilitasi KPU sudah terpasang.

“Untuk yang baliho, beberapa wilayah sudah terpasang. Kalau yang wilayah pantura barat memang belum. Informasinya minggu ini sudah selesai. Semuanya kewenangan dari KPU Provinsi, sedangkan kami di KPU Kota Pekalongan hanya menyiapkan lokasi pemasangan dan kami sudah siapkan, sudah ditetapkan melalui Perwal yakni ada lima lokasi untuk baliho,” jelas Basir saat ditemui di kantornya, Senin (2/4).

Kemudian untuk APK jenis umbul-umbul, KPU Kota Pekalongan sudah menerima sebagian material APK yakni berupa bambu. Sedangkan umbul-umbul yang akan dipasang belum diterima. Begitu juga untuk APK jenis spanduk, KPU sudah menerima spanduk bergambar paslon namun belum menerima bambu untuk pemasangan. “Informasinya minggu ini. Kami tinggal menunggu saja untuk kemudian dipasang bersama-sama,” tambahnya.

Sedangkan untuk bahan kampanye berupa leaflet, flyer dan brosur, dikatakan Basir, KPU Provinsi sudah memberikan bahan kampanye kepada tim di tingkat provinsi. Nantinya tim yang akan mendistribusikannya kepada tim yang ada di tingkat kabupaten kota. “Sudah diserahkan di tingkat provinsi. Distribusi ke daerah atau kabupaten kota dilakukan sendiri oleh tim kampanye,” jelas Basir.

Selanjutnya, ia juga menyatakan bahwa KPU Kota Pekalongan juga sudah membuat bahan sosialisasi berupa baliho dan spanduk untuk mengisi kekosongan tersebut. “Kami sudah buat bahan sosialisasi berupa spanduk bergambar dua pasangan calon untuk mengisi kekosongan belum adanya APK. Minggu ini semuanya sudah selesai dan siap dipasang,” tandasnya. (nul)

Penulis: M. Ainul Atho’ & Redaktur: Abdurrahman

Facebook Comments