Lain-lain

Suka Cukur Tapi Tidak Mengganti Pisau pada Alat Cukur, Mau tau Dampak Bahayanya? yuk!

Mengganti pisau cukur secara rutin adalah hal yang wajib karena jika tidak, ada resiko-resiko yang bisa membahayakan kulit dan kesehatanmu. Apa saja sih bahaya tak mengganti pisau cukur?
Alat cukur memang tidak hanya digunakan oleh laki-laki saja. Kamu sebagai wanita pasti sering menggunakan alat yang satu ini untuk mencukur bulu ketiak ataupun bulu pada bagian tubuh lainnya. Jika kamu adalah tipikal yang jarang mencukur, pasti kamu juga jarang mengganti pisau pada alat cukur kamu. Hal ini karena kamu merasa jarang memakainya sehingga kamu sering merasa tidak perlu diganti.

Kapan sebenarnya kita harus mengganti pisau cukur? Kalau kamu menggunakan pisau cukur untuk mencukur area yang lebih luas, sebaiknya kamu lebih sering menggantinya. Begitu juga ketika kamu merasa mata pisaumu tak lagi menggelinding mulus dan terasa tumpul, sudah jelas kamu membutuhkan pisau cukur baru. Karat juga merupakan tanda yang jelas kalau kamu harus mengganti pisau cukurmu. Simak selengkapnya!

Berikut ini adalah resiko yang harus kamu tanggung jika kamu tak segera mengganti pisau cukur lamamu:

1. Waktu yang Kamu Butuhkan untuk Mencukur akan Lebih Lama

Siapa yang suka lama-lama bercukur? Sepertinya kebanyakan orang tak ingin menghabiskan waktu terlalu lama untuk bercukur. Namun hal itu akan kamu alami kalau kamu tidak mengganti pisau cukurmu yang sudah tua. Pisau cukur yang sudah lama tentunya tak setajam pisau cukur baru. Jika kamu menggunakan pisau pada alat cukur yang tak lagi tajam, kamu akan memerlukan lebih banyak waktu dan usaha. Kamu harus bolak-balik mencukur area yang sama agar hasil cukuranmu lebih bersih. Benar-benar membuang waktu kan ladies?

2. Kulitmu Beresiko Bengkak

Selain menghabiskan waktu lebih lama, tak mengganti pisau cukur lama juga akan membuat kulitmu bengkak. Pisau cukur yang tumpul akan terangkut dan menarik rambut-rambutmu. Inilah yang menyebabkan inflamasi di sekitar kantung rambutmu. Hal itu akan menyebabkan rasa perih dan tidak nyaman usai bercukur. Bahkan pada kasus yang lebih parah, kulit bisa terasa sangat sakit dan timbul bekas. Sayang sekali kan hanya gara-gara pisau cukur, ada bekas menghitam di kulit kita.

3. Pisau Cukurmu akan Dipenuhi Kuman

Semakin lama umur pisau cukurmu, semakin banyak bakteri, sel-sel kulit mati, krim cukur, potongan rambut, dan kotoran lainnya yang akan menumpuk di sana dan tumpukan itu akan semakin tebal kalau kamu tidak bolak balik membilasnya ketika mencukur. Jadi, biasakan untuk membilas pisau cukur setiap satu sapuan pisau cukur. Melalui cara itu, kotoran pada pisau cukur pun langsung terbuang. Membiarkannya menempel lama di sana akan membuatnya lebih sulit untuk dibersihkan.

4. Meningkatkan Resiko Terkena Infeksi

Pisau cukur tua dan kulit yang iritasi adalah perpaduan yang berbahaya dan meskipun kamu tidak merasa melukai kulitmu dengan pisau cukur lama tersebut, bukan berarti tidak ada bahaya yang menghadang. Sesungguhnya, mencukur dengan pisau cukur lama akan menyebabkan luka yang sangat kecil dan mungkin tak terlihat. Ditambah dengan bakteri pada pisau cukur tersebut, maka kamu akan semakin beresiko mengalami infeksi.

Trauma mikro pada kulit juga akan meningkatkan resiko infeksi virus, termasuk molluscum contagiosum atau benjolan kemerahan yang terasa gatal. Apalagi jika kamu menggunakannya pada area intim. Hal itu bisa meningkatkan resiko tertular HPV dan herpes dari pasanganmu.

5. Kamu Beresiko Melukai Dirimu Sendiri

Bolak balik mencukur di area yang sama tak hanya meningkatkan resiko iritasi pada kulitmu. Hal itu juga beresiko melukai kulitmu. Setiap kali menyapukan pisau cukur pada area yang sama, biasanya kamu cenderung menambahkan tekanan. Itulah yang bisa melukai kulitmu, terutama di area kulit yang lembut dan sensitif. Hati-hati ya ladies, apalagi kalau kamu sedang buru-buru. Mengganti pisau cukur lama dengan yang baru akan jauh lebih aman.

Nah, jadi segera ganti pisau pada alat cukur kamu agar kamu bisa terhindar dari bahaya di atas ya, ladies!

Sumber: kawaiibeautyjapan.com

Editor: Khofifah SMK ( ISHTHIFAIYAH NAHDLIYAH PEKALONGAN )

Facebook Comments