Features

Dimintai Pengunjung, Dijadikan Wahana Selfi-Prewedding

Wisata Curug Madu

DIMINATI – Wisata Curug Madu Resmi di Desa Lemahabang, Kecamatan Doro, kini mulai diminati pengunjung baik dari dalam atau luar kota. wisata alam tersebut juga kerap dijadikan foto selfi dan Prewedding.
TRIYONO

Melihat Wisata Curug Madu Resmi di Desa Lemahabang, Doro

Wisata Curug Madu Resmi di Desa Lemahabang, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan, yang baru dibuka setahun lalu mulai diminati pengunjung bari dalam atau luar kota. Seperti apa? Triyono, Doro

Potensi sumber daya alam Kabupaten Pekalongan kini mulai dikenal. Salah satunya keindahan Curug Madu Resmi di Desa Lemahabang, Kecamatan Doro. Wisata alam yang menyuguhkan air tejun atau Curug Madu Resmi mulai ramai didatangi pengunjung, terutama dari kalangan remaja dan keluarga. Bahkan potensi wisata alam ini menjadi salah satu tempat favorit untuk foto prewedding.

“Hari-hari biasa rata-rata pengunjung sampai 50-an orang, namun saat hari libur bisa melonjak hingga 400-an orang satu harinya,” terang Ketua Pokdarwis Putra Jenar, Desa Lemahabang, Pujo Sumaedi, ditemui disela-sela pers gathering Bagian Humas, Dinas Komunikasi dan Informatika, dan Dinas Pariwisata Kabupaten Pekalongan, kemarin.

Untuk menuju lokasi Curug Madu Resmi cukup mudah, dengan akses jalan yang bagus. Namun, sepanjang sekitar 2 kilometer dari Desa Lemahabang menuju ke lokasi jalannya sempit, sehingga sulit untuk simpangan mobil. Lokasi yang masih asri dan sejuk ditunjang dengan keindahan air terjun dengan latar bebatuan hitamnya. Aliran sungai di bawah air terjun pun tidak terlalu besar, sehingga tidak terlalu membahayakan bagi anak-anak kecil.

“Selain kawula muda dan anak-anak sekolah, tempat ini juga ramai didatangi keluarga dengan anak-anaknya, karena medannya memang tidak membahayakan. Banyak juga pasangan yang akan menikah melakukan foto ‘prewedding’ di sini,” ujarnya.

Sementara untuk masuk ke lokasi ini, pengunjung hanya membayar Rp 5 ribu dan Rp 2 ribu untuk parkir kendaraan. Nama Curug Madu Resmi sendiri diambil dari hamparan sawah di sekitar lokasi air terjun yang bernama Blok Madu, sedangan nama resmi berasal dari nama belik atau sumber air di daerah situ. Ke depan tempat ini akan terus dilengkapi sarana dan prasarana, sehingga diharapkan akan mampu menarik pengunjung.

Desa Lemahabang sendiri merupakan salah satu desa wisata yang menyimpan berbagai potensi. Selain terkenal sebagai penghasil buah durian yang enak. Desa ini menyimpan potensi Watubahan yang sudah terkenal terlebih dahulu. Potensi situs dan candi pun ditemukan di daerah Bagol di desa ini. Selain itu, pengembangan wisata religi bisa didukung dengan adanya petilasan Syekh Siti Jenar, petilasan Bandung Bondowoso, dan petilasan Mbah Bromosari.

“Ke depan kami harapkan bisa mengolaborasikan seluruh potensi wisata di desa, sehingga paket wisata yang ada bisa lengkap mulai dari wisata religi, alam, budaya, hingga edukasi,” harapnya. (*)

Penulis: Triyono & Redaktur: Widodo Lukito

Facebook Comments