Radar Kajen

Musrenbangwil Karesidenan Jadi Pusat Perhatian

Musrembangwil Karesidenan

LIHAT POTENSI – Bupati Pekalongan KH Asip Kholbihi, Plt Gubernur Jawa Tengah Heru Sudjatmoko, dan peserta Musrenbangwil Karisidenan Pekalongan melihat pameran potensi Kota Santri, batik, sarung, jins, dan durian, dalam penyelenggaraan Musrenbangwil, di Kajen, kemarin.
MUHAMMAD HADIYAN

Keunggulan Potensi Daerah Disuguhkan

Musyawarah Perencanaan Pembangunan Wilayah (Musrenbangwil) Karisidenan Pekalongan, yang digelar di Pendapa Rumah Dinas Bupati Pekalongan, Kamis kemarin (15/3), menjadi pusat perhatian. Bagaimana tidak, persiapan yang dilakukan Pemkab Pekalongan untuk menyambut kegiatan ini dilakukan dengan matang. Nuansa eksotis di sekitar area penyelenggaraan Musrenbangwil disuguhkan begitu apik.

Mulai dari penampilan dekorasi payung menuju lokasi acara, informasi wisata unggalan Kota Santri, termasuk kuliner, serta stand-stand UMKM di Kabupaten Pekalongan, yang menyajikan berbagai hasil unggulan masyarkat. Di antaranya kopi petung, jins, batik, durian, kerajinan, dan masih banyak lagi.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Pekalongan Asip Kholbihi selaku tuan rumah, di hadapan Plt Gubernur Jawa Tengah Heru Sudjatmoko, unsur pimpinan DPRD Provinsi, dan rombongan, kepala daerah di karasidenan Pekalongan, serta unsur DPRD daerah, menyebutkan bahwa pembangunan di daerah yang dipimpin berlangsung secara baik.

Potensi wisata alam seperti Petungkriyono, columnar joint Watu Bahan, serta eksotisme wisata alam lain di Kabupaten Pekalongan, mampu menggeliat selama kepemimpinannya menuju dua tahun. Bahkan produk unggulan batik, jins, sarung palekat serta kuliner juga mampu menuai popularitas.

Bupati juga memaparkan terkait pembangunan ruas tol Trans Jawa di Kabupaten Pekalongan, yang berada di tengah-tengah antara jalur Jakarta dan Surabaya, sehingga pihaknya mengharapkan adanya rest area di kawasan tersebut.

Asip juga mengucapkan terima kasih kepada pihak provinsi Jawa Tengah yang telah memberikan kepercayaan kepada Kabupaten Pekalongan untuk penyelenggaraan Musrenbangwil tersebut, untuk kedatangan tamu-tamu dari kabupaten/kota tetangga, serta dari pihak provinsi.

Walaupun dalam laporan semua daerah di Kabupaten Pekalongan terjadi peningkatan pembangunan, masalah kemiskinan masih menjadi fokus pembicaraan yang menjadi perhatian penuh DPRD Provinsi dan Pemprov Jawa Tengah.

Sebagaimana diungkapkan Wakil Ketua DPRD Sukirman yang menyoroti masalah pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, untuk membantu peningkatan perekonomian serta kesejahteraan masyarakat. Kemudian munculnya fakta-fakta masih banyak masyarakat miskin yang ditolak oleh Puskesmas atau rumah sakit. Bahkan, sampai masalah warga kesulitan meneruskan sekolah.

“Masih ada warga kita ditolak berobat di Puskesmas, terungkap di medsos warga makan sekali. Maka dari itu, mari kita tingkatkan gerakan tengok kanan kiri kita, kita batu. Kemudian kalau perlu pemerintah meluncurkan pendidikan gratis sampai SMA melalui bebagai terobosan untuk peningkatan PAD,” tutur Sukirman.

Sementara Plt Gubernur Jawa Tengah Heru Sudjatmoko mengatakan bahwa Kabupaten Pekalongan merupakan daerah yang adem, serta pembangunan menggeliat secara bagus, serta menjadi salah satu daerah penuh perhatian, terbukti dengan penuhnya tamu Musrenbangwil memadati pendopo.

Menurut Heru, Musrenbang adalah momentum bagaimana belanja masalah, yang dihadapi oleh rakyat sebagai tanggungjawab pemerintah, baik eksekutif, legislatif, dan lainnya, untuk dapat dirumuskan dan dicarikan solusi secara baik.

“Terkait masalah yang menjadi perhatian adalah terkait kemiskinan, meski kecenderungan menurun, namun angka tersebut rinciannya tidak jelas, bentuk kemiskinannya seperti apa. Ini membutuhkan perhatian pemerintah, dan organisasi pemerintah, sampai tingkat bawah yakni desa, agar dapat menjadi kepanjangan tangan dari masyarakat,” tandasnya. (yan)

Penulis: M. Hadiyan & Redaktur: Widodo Lukito

Facebook Comments