Radar Tegal

Usulkan Dua Alternatif Lahan TPAS Baru

Usulkan Dua Alternatif Lahan TPAS Baru

PERBAIKAN – Upaya perbaikan bak licit dan sumur lindi di TPAS Penujah jelang penilaian tahap II Adipura, kemarin.
HERMAS PURWADI

SLAWI – Daya dukung TPAS (Tempat Pemprosesan Akhir Sampah) Penujahdiperkirakan hanya efektif bisa menampung sampah dalam batas 5 tahun kedepan. Menghadapi realita tersebut pemkab melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kini tengah berupaya mengusulkan dua lahan alternatif untuk dijadikan TPAS baru. Kepala DLH Agus Subagyo mengaku dua titik lahan baru yang direncanakan untuk mewujudkan TPAS masing-masing di Desa Tonggara dan Desa Karangmalang Kecamatan Pangkah.

“Untuk lahan di Desa Tonggara seluas 60 hektar akan diupayakan pemkab bersama sponsor. TPAS itu nantinya menjadi TPAS bersama Bregas Malang yang mencakup Brebes, Tegal, Slawi, dan Pemalang. Ini merupakan sinergi empat daerah yang pembangunannya didanai Provinsi Jawa Tengah dan Kementrian PUPR. Sementara alternatif kedua adalah lahan di Desa Karangmalang seluas 20 hektar yang sepenuhnya akan dibiayai Kementrian PUPR. Ini baru upaya dari DLH untuk mengantisipasi tenggat waktu daya dukung TPAS Penujah yang tidak lama lagi,” ujarnya Selasa (13/3) kemarin.

Sementara itu menghadapi kedatangan tim penilai Adipura tahap II, pihaknya tak menampik masih meninggalkan pekerjaan rumah terkait titik pantau TPAS Penujah saat ini.

“Paska musibah longsor yang terjadi di TPAS Penujah dan menimbun bak licit dan saluran lindi, hingga saat ini percepatan perbaikan dengan mengangkut longsoran sampah terus dilakukan. Setidaknya keberadaan bak licit dan saluran lindi bisa terlihat disaat tim mengadakan tinjauan kesana,” tuturnya.

Terpisah kepala UPTD Pemprosesan Akhir Sampah Penujah Singgih Eling mengaku saat ini instalasi penangkap gas metan yang sempat dibuat dan berhasil diujicoba mengalami kerusakan cukup serius dan kini tidak bisa difungsikan kembali. “Butuh dana tidak sedikit untuk menggeser keberadaan bak licit dan sumur lindi dari timbunan sampah. Sebab untuk membua tinstalasi penyaluran limbah tinja yang juga kami tangani DED yang telah dibuat menelan dana sekitar Rp 6 millar. Siasat yang bisa kami tempuh dalam waktu pendek ini adalah menambah bak licit yang ambrol akibat longsor sekaligus pengurasan bak dari timbunan sampah. Dan kami akan melakukan penimbunan sampah dengan material tanah 150 rit,” cetusnya. (her)

Facebook Comments