Metro Pekalongan

Jasad Bayi Nyaris Dimangsa Biawak

MEMERIKSA – Anggota Polres Pekalongan Kota dan tim medis RSUD Bendan memeriksa kondisi jasad bayi di kamar mayat rumah sakit setempat, Selasa (13/3) malam.
WAHYU HIDAYAT/RADAR PEKALONGAN

Ditemukan Terkubur di Areal Tambak

KOTA PEKALONGAN – Sesosok jasad bayi ditemukan warga di areal tambak daerah Slamaran, Pekalongan Utara, Kota Pekalongan, Selasa (13/3) malam.

Jasad bayi itu ditemukan terkubur di pematang tambak di bawah rerimbunan tanaman mangrove di lokasi kebun percobaan milik Fakultas Pertanian Universitas Pekalongan (Unikal), atau di sebelah utara Laboratorium Budidaya Air Payau dan Laut Fakultas Perikanan Unikal.

Informasi dihimpun, awalnya ada saksi yang merupakan warga setempat sekaligus penjaga malam di kawasan tersebut yang melihat seekor biawak sedang mengorek-ngorek tanah dan hendak memangsa sesuatu di bawah rerimbunan tanaman mangrove.

Setelah didekati, ternyata binatang tersebut sedang berusaha memangsa potongan lengan bayi. Melihat kejadian ini, warga segera mengusir binatang tersebut dan segera melapor ke polisi.

“Sebenarnya sejak menjelang maghrib tadi, saya melihat ada biawak yang mengorek-ngorek tanah dan kelihatannya mau memakan bangkai. Setelah didekati ternyata itu sebuah lengan bayi,” kata saksi mata, Dakirin.

Biawak itu kemudian diusir dari lokasi. Setelah dicek lagi, selain ada potongan lengan bayi ternyata nampak bagian sehelai kain berwarna merah yang tertimbun tanah. Mengetahui hal itu, dia kembali ke rumah memberitahukan kejadian itu kepada sang istri dan warga sekitar. Selanjutnya warga melapor ke polisi pada malam harinya sekitar pukul 23.00 WIB.

Petugas kepolisian dari Polsek Pekalongan Utara bersama “Tim Kalong” dan Tim Inafis Satreskrim Polres Pekalongan Kota yang menerima informasi tersebut segera ke lokasi. Kebetulan malam itu Tim Kalong yang dipimpin Kasatreskrim AKP Edy Sutrisno sedang melakukan patroli dalam rangka operasi cipta kondisi, sehingga bisa cepat ke lokasi bersama Kapolsek Pekalongan Utara dan anggotanya.

Petugas kepolisian yang tiba di lokasi langsung melakukan olah TKP. Ternyata diketahui masih ada bagian tubuh lain dari jasad bayi yang terkubur sedalam kurang lebih 20 cm di pematang tambak. Jasad bayi yang sudah mengeluarkan bau tak sedap ini terbungkus sebuah kemeja berwarna merah. Secara hati-hati, petugas mengeruk tanah yang menutupi jasad bayi itu menggunakan tangan, sampai semua bagian tubuh bayi bisa diangkat.

JASAD BAYI – Polisi saat olah TKP dan hendak mengevakuasi jasad bayi yang ditemukan di pematang tambak di bawah rerimbun tanaman mangrove di Slamaran, Pekalongan Utara, Selasa (13/3) malam.
WAHYU HIDAYAT/RADAR PEKALONGAN

Kapolres Pekalongan Kota AKBP Ferry Sandy Sitepu melalui Kapolsek Pekalongan Utara Kompol Agus Riyanto, didampingi Kasatreskrim AKP Edy Sutrisno menyatakan penemuan mayat bayi itu awalnya diketahui oleh warga.

“Ada informasi dari warga masyarakat ada sesosok jasad bayi yang ditemukan di lokasi. Diketemukan karena warga tersebut melihat ada biawak yang mau memakan lengan bayi. Tidak lama kita datang ke TKP karena kebetulan Tim Kalong sedang melaksanakan operasi. Bersama tim Inafis kita lakukan olah TKP, kemudian mengevakuasi jasad bayi ini ke rumah sakit,” katanya.

Jasad bayi malang tersebut dievakuasi ke kamar mayat RSUD Bendan untuk dilakukan visum. Dari hasil pemeriksaan, bayi tersebut berjenis kelamin perempuan dan diperkirakan sudah dikubur di lokasi lebih dari tiga hari. Polisi hingga kini masih menyelidiki kasus ini guna mencari pelakunya. (way)

 

Penulis: Wahyu Hidayat

Sesosok jasad bayi ditemukan warga di areal tambak daerah Slamaran, Pekalongan Utara, Kota Pekalongan, Selasa (13/3) malam. Jasad bayi ini ditemukan terkubur di pematang tambak di bawah rerimbunan tanaman mangrove di lokasi kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Pekalongan (Unikal), atau di sebelah utara Laboratorium Budidaya Air Payau dan Laut Fakultas Perikanan Unikal. Awalnya, ada warga yang melihat seekor biawak sedang menarik-narik sesuatu di bawah rerimbunan tanaman mangrove. Setelah didekati, ternyata binatang tersebut sedang berusaha memakan potongan tangan. Melihat kejadian ini, warga segera mengusir binatang tersebut dan segera melapor ke polisi. Petugas kepolisian dari Polsek Pekalongan Utara bersama "Tim Kalong" dan Tim Inafis Satreskrim Polres Pekalongan Kota yang menerima informasi tersebut segera ke lokasi dan melakukan olah TKP. Ternyata diketahui masih ada bagian tubuh lain dari jasad bayi yang masih terkubur sedalam kurang lebih 20 cm di pematang tambak. Tubuh bayi yang sudah mengeluarkan bau tak sedap ini terbungkus sebuah kemeja berwarna merah. Secara hati-hati, petugas mengeruk tanah yang menutupi jasad bayi ini menggunakan tangan, sampai semua bagian tubuh bayi bisa diangkat. Jasad bayi malang ini selanjutnya dievakuasi ke kamar mayat RSUD Bendan untuk dilakukan visum. Dari hasil pemeriksaan, bayi ini berjenis kelamin perempuan dan diperkirakan sudah dikubur di lokasi lebih dari tiga hari. Polisi hingga kini masih menyelidiki kasus ini guna mencari pelakunya. (way)

A post shared by Radar Pekalongan (@radarpekalongan) on

 

Facebook Comments