Metro Pekalongan

UKM SIGMA IAIN Pekalongan Gelar Seminar tentang Kesetaraan Gender

Seminar Kesetaraan Gender

SEMINAR – UKM SIGMA IAIN Pekalongan menggelar seminar tentang kesetaraan gender dengan menghadirkan pemateri dari luar negeri, dan beberapa daerah di Indonesia.

KOTA PEKALONGAN – Unit Kegiatan Mahasiswa SIGMA (Studi Gender Mahasiswa) IAIN Pekalongan menggelar Seminar Nasional di auditorium kampus setempat, kemarin.

Acara dihadiri kurang lebih 150 peserta, dan kurang lebih 13 pemateri, diantaranya dari luar negeri dan dari beberapa kota di seluruh Indonesia.

Seminar Nasional dengan tema “Mangrove for Java in Gender Perspective” ini diselenggarakan bekerja sama dengan Komunitas GREAT Indonesia, yang sedang melaksanakan kunjungan kampus dan penelitian. Komunitas GREAT Indonesia adalah sebuah komunitas gerakan relawan internasional yang sudah berada di seluruh wilayah Indonesia, dan bekerja sama dengan beberapa negara.

Adapun pemateri yang menjadi perwakilan komunitas ini diantaranya Bruna Serio (Italia/Roma), Rebecca Pontet (Italia/Moncalieri), Alessandra Gaglioti (Italia/Como), Dana Bratu (Rumania/Braila ), Dela Yuniarsih (Semarang), Dian Nursiswi (Magelang), Sarah Puspita Harsanti (Yogyakarta), Tiyana Fakih Fuadianti (Solo), dan Siti Suci Larasati (Medan).

Selain itu, Dian Kartika Jayanti (Magelang), Sesya Dias Mumpuni (Tegal), Siti Lestari Nainggolan (Medan), Afitri Aida (Banyumas), M. Ashdaq Al-Arif (Salatiga), dan Emelda (Tulungagung).

Sedangkan tema utama dalam penyajian mereka seputar peran perempuan dan laki-laki dalam kehidupan di daerah manggrove. Acara inti dibuka dengan pemaparan mengenai gender dari pengurus UKM SIGMA, Eka Vidiana.

Dalam pemaparannya, Eka menyampaikan gambaran awal mengenai perbedaan seks dan gender yang sering disamakan.

Acara dilajutkan dengan pemaparan materi dari komunitas GREAT dengan penelitiannya tentang peran perempuan dan laki-laki dalam kehidupan sehari-hari di daerah mangrove.

Di awal pemaparannya Bruna Serio (Italia / Roma) menyampaiakan terima kasih karena kebahagiaannya bisa bergabung untuk berdiskusi bersama dengan mahasiswa IAIN Pekalongan. Kemudian disampaikan juga tentang penelitian dan kegiatan yang sudah mereka lakukan dengan komunitas GREAT di daerah mangrove. Setelah melakukan penelitiannya di daerah manggrove, menurut mereka peran kesetaraan gender sudah baik. “Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya keseimbangan antara perempuan dan laki-laki dalam hal mencari nafkah. Dengan memanfaatkan hutan mangrove yang berada di lingkungan mereka, dampak pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan,” paparnya.

Sebagai contoh, pemanfaatan pohon mangrove ini dilakukan oleh kebanyakan ibu-ibu warga sekitar pantai Kencana Pekalongan sembari menunggu suami mereka pulang, yang saat itu juga sedang bekerja. Pohon mangrove ini, bisa dimanfaatkan untuk dijadikan pewarna mulai dari sirup, batik dan lainnya. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa mereka menyadari, hak untuk mencari nafkah merupakan tanggung jawab bersama, tanpa memandang perbedaan gender.

Pada kesempatan tersebut, pemateri juga menyampaikan tentang sudah sejauh mana praktik kesetaraan gender di sejumlah negara. Misalnya saja di Italia. Ada wilayah di Italia yang sudah mewujudkan kesetaraan gender. Namun ada pula di bagian lain negara tersebut yang masih ada diskriminasi terhadap perempuan. Meskipun negara tersebut tergolong negara maju.

Sementara di Indonesia, adanya diskriminasi terhadap perempuan juga masih terjadi, khususnya di daerah pedalaman Medan. Disana terdapat kebiasaan para istri mencari nafkah dengan pergi ke ladang, sedangkan untuk suami mereka pergi ke warung kopi sambil menunggu istri mereka pulang. “Di daerah lain juga terdapat suatu kampung dimana istri memiliki peran sebagai pencari nafkah dan suami berperan sebagai pengurus rumah tangga di rumah. Dengan hal-hal ini kita bisa melihat masih adanya isu-isu gender dalam berbagai negara dan daerah di Indonesia. Dan faktor penyebabnya antara lain karena kebudayaan, tingkat kesadaran, modernitas masyarakat dan lain sebagainya,” ungkap pemateri.

Pembina UKM SIGMA, Nanang Hasan Susanto MPd, menuturkan seminar tersebut sangat baik, karena membuka cakrawala untuk memahami dan menghayati apa itu gender dan isu-isunya. (way)

Penulis: Wahyu Hidayat & Redaktur: Abdurrahman

Facebook Comments