Radar Jateng

Tanah di Dukuhbenda Bergerak, Puluhan Rumah Retak-Retak

Tanah di Dukuhbenda Bergerak

AMBROL – Pondasi rumah warga di Desa Dukuhbenda, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal tampak ambrol, kemarin.
YERRY NOVEL

BUMIJAWA – Tanah di Desa Dukuhbenda, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal kerap bergerak. Akibatnya, sejumlah rumah warga di RT 05 RW 03 Pedukuhan Kalikoneng mengalami retak-retak. Bahkan, ada beberapa rumah warga yang pondasinya sudah ambrol.

“Salah satu rumah yang sudah ambrol, milik Pak Abdulah,” kata Kepala Desa Dukuhbenda, Sudiryo, Senin (12/3).

Dia menuturkan, tanah di desanya sangat labil, sehingga kerap terjadi pergesaran tanah. Pergeseran di Pedukuhan Kalikoneng bukan kali pertama, karena sebelumnya juga terjadi di Pedukuhan Dukuhtengah yang membuat seratusan rumah direlokasi. Kini, kondisi itu kembali terjadi di Pedukuhan Kalikoneng yang membuat puluhan rumah retak-retak. “Kondisinya sama seperti yang dulu di Pedukuhan Dukuhtengah pada tahun 2012,” ujarnya.

Menurut dia, pergerakan tanah itu, disinyalir karena guyuran hujan yang terjadi selama beberapa bulan lalu. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam bencana itu. Namun, beberapa warga mengalami kerugian karena rumahnya retak dan sebagian ambrol. Sejauh ini, pemilih rumah hanya menggunakan bambu untuk menopang bangunan rumah tersebut.

“Rumah Pak Abdulah masih ditempati. Tapi kami khawatir jika terjadi pergerakan tanah lagi, rumah itu bisa ambruk,” ucapnya.

Dia menambahkan, bencana itu sudah dilaporkan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tegal. Pihaknya berharap ada penanganan cepat dalam mengatasi bencana tersebut. Menurutnya, dari sekitar 2.300 kepala keluarga (KK), dengan luas lahan 600 hektar, sekitar 40 persennya berada di daerah rawan bencana longsor dan tanah bergerak. Kebanyakan rumah warga berdiri di bawah tebing dengan ketinggian hampir 50 meter. “Semoga pemerintah daerah memberikan solusi untuk warga kami ini,” harapnya. (yer)

Facebook Comments