Radar Jateng

Banjir Landa Wilayah Blora Selatan

Banjir Landa Wilayah Selatan

TERGENANG – Jalanan tergenang akibat luapan Sungai Glanggangan di Kecamatan Kedungtuban kemarin.
BPBD FOR RADAR KUDUS

BLORA – Hujan deras dan angin kencang melanda kawasan Blora Selatan dalam dua hari terakhir. Akibatnya, ratusan rumah warga dan sekolah tergenang air hingga setinggi paha orang dewasa. Selain itu juga mengakibatkan pohon tumbang, rumah rusak, dan jembatan putus.

Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agung Try mengungkapkan, banjir terjadi dua kali. Pertama Sabtu (10/3) dan kedua Minggu (11/3). Tidak ada korban jiwa. Namun kerugian masih belum diketahui.

“Wilayah selatan ini memang langganan, tiap kali ada hujan sering banjir. Sehingga warga sudah antisipasi terlebih dahulu,” jelasnya.

Untuk banjir bandang dan luapan Sungai Glanggangan, Kecamatan Kedungtuban, kemarin terjadi sekitar pukul 07.00 hingga 11.00. Setelah itu air kembali surut. Aktivitas juga telah kembali normal.

Banjir yang terjadi di Dukuh Pucung dan Wadung (Desa Kedungtuban) dan Dukuh Ninggalan (Desa Ngraho) Kecamatan Kedungtuban ini ketinggiannya mencapai 40-90 cm. Ada 35 rumah yang terendam. Rinciannya, Dusun Pucung (9 KK), Dusun Wadung (11 KK), dan Dusun Ningalan (15 KK).

“Memang ada kendala yaitu pintu air Sungai Glanggangan di Desa Ngraho Kecamatan Kedungtuban tidak bisa dibuka secara maksimal, sehingga mengakibatkan luapan ke rumah warga di desa tersebut,” terangnya.

Sementara, untuk Sabtu (10/3), banjir bandang juga melanda lima Kecamatan di wilayah Blora selatan. Mulai dari Cepu, Kedungtuban, Kradenan, Jati, dan Randublatung. (sub)

Facebook Comments