Radar Jateng

Retak Parah, Tembok Parkir Wisata Colo Dibongkar

Retak Parah, Tembok Dibongkar

TAK HANYA DITAMBAL – Sejumlah pekerja membangun ulang tembok Parkir Wisata dan Pusat PKL Colo kemarin.
DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS

*Pembangunan Ulang Direstui BPK dan TP4D

KUDUS – Belum lama dibangun, tembok parkir wisata Colo sudah retak-retak. Bukan retak rambut biasa, melainkan retak memanjang nyaris di setiap blok tembok. Karena membahayakan, Dinas Perdagangan Kudus membongkar tembok untuk dibangun kembali. Harapannya sebelum Lebaran bangunan ini bisa ditempati.

Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Kudus, ada enam blok yang mengalami keretakan. Setiap satu blok panjanganya enam meter. Saat diperhatikan, keretakan ini memanjang di setiap blok. Selain itu, di bagian lain juga mengalami keretakan. Karena tidak dapat ditambal, pihak Dinas Perdagangan Kudus sepakat membongkar. Jika hanya ditambal, dikhawatirkan bisa mencelakakan pengunjung saat sudah ditempati nanti.

Direktur PT Kokoh Prima Perkasa Aris Subagyo sebagai rekanan proyek membenarkan, terjadinya keretakan bangunan ini. Keretakan sudah terjadi sekitar satu bulan. Menurutnya, keretakan disebabkan faktor hujan. Intensitas hujan yang tinggi membuat air merembes dan membuat bangunan tidak kokoh. “Di sini sempat banjir,” katanya menunjukkan bagian yang sempat tergenang air.

Untuk itu, pihaknya sempat menutup akses masuk. Tujuannya, agar air tidak merembes ke bangunan. Namun, siapa sangka air tetap merembes ke dalam. “Ya, namanya juga musibah,” terangnya. Selain itu, kontur tanah yang berada di kawasan ketinggian membuat bangunan ini kurang kokoh. Untuk itu, pihaknya memilih membangun ulang.

Dia mengaku, Tim Pengawalan, Pengamanan, Pemerintah, dan Pembangunan Pusat (TP4D) dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sudah setuju adanya pembangunan ulang. Sebab, kondisi bangunan memang mengkhawatirkan. “BPK datang ke sini dan bilang tak masalah dibangun ulang. TP4D juga tak mempermasalahkan. Sebab kondisinya memang retak parah,” katanya sambil menunjuk bangunan yang mengalami retak parah.

Aris mengaku, pihaknya akan mempercepat pembangunan ulang ini. Sekitar sebulan lagi pembangunan selesai. “April nanti tim TP4D dan BPK mungkin menyambangi sini. Untuk itu progresnya harus cepat,” terangnya.

Ditanya jumlah kerugian, dia mengaku kerugian mencapai Rp 200 juta. Biaya ini masih ditanggung rekanan. Sebab masih dalam masa pemeliharaan.

Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan Kudus Sudiharti menegaskan, tembok parkir wisata memang sengaja dijebol. Bukan ambrol. “Retaknya memang parah. Jadi, saya yang meminta rekanan untuk membangun ulang,” tegasnya.

Eti -sapaan akrabanya- mengaku, kalau dibiarkan dikhawatirkan membahayakan pekerja dan pengunjung. Dari Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang sudah diperiksa tim TP4D dan BPK, tak ada permasalahan. Bahkan, dalam pembangunan juga tak terjadi masalah. “Kami berharap, pembangunan cepat selesai, agar sebelum Lebaran sudah bisa ditempati,” harapnya.

Dia mengaku, penyebabnya keretakan karena faktor cuaca dan lokasinya dataran tinggi. Di sini juga sempat ada genangan. Biaya pembongkaran dan pembangunan kembali ditanggung rekanan. “Daripada nanti bermasalah. Mending dibangun ulang. Apalagi masih masa perawatan,” paparnya.

Lebih detail dia mengaku, pembangunan akan diperkuat dengan menambahkan tulangan bangunan. Harapannya bangunan lebih kokoh. “Ini bukan ambrol. Tetapi retak-retak dan sengaja kami jebol, karena membahayakan. Jadi yang viral di medsos itu hoax,” katanya. (mal/lin)

Facebook Comments