Radar Jateng

Kunjungi Pabrik Jamu, Ganjar Sempat Diminta Doakan Ibu Hamil

Kunjungi Pabrik Jamu, Ganjar Sempat Diminta Doakan Ibu Hamil

SELFIE – Para karyawan pabrik jamu berebut selfie dengan Ganjar Pranowo.
DETIK

Semarang – Cagub Jawa Tengah, Ganjar Pranowo hari ini berkunjung ke sebuah pabrik jamu di Kabupaten Semarang. Dalam kesempatan ini Ganjar sempat diminta mendoakan karyawati yang sedang hamil.

Ganjar tiba di pabrik yang beralamat di Jalan Soekarno-Hatta Km 28, Bergas, Kabupaten Semarang ini pada sekitar pukul 08.00 WIB, Jumat (9/3). Dia kemudian berdialog dengan pimpinan perusahaan, dan dilanjutkan dengan berkeliling perusahaan. Ganjar melihat gudang penyimpangan bahan baku jamu, ruang pengemasan, agro wisata hingga pabrik pengolahan pelet.

Dari satu ruang menuju ke ruangan lainnya tersebut, digunakan untuk menyapa para karyawan dan karyawati perusahaan tersebut. Para pekerja minta berfoto maupun swafoto bersama Ganjar. Ganjar juga beberapa kali mengajak para karyawan untuk ngevlog.

Di perusahaan yang mayoritas buruhnya perempuan itu, Ganjar sempat bertatap muka dengan 6 karyawati yang tengah hamil. Ia pun sempat menghitung karyawati yang ditemui dalam kondisi tengah hamil. Dari 6 karyawati yang tengah hamil tersebut, salah satunya Novita Sri Wahyuningsih.

“Ini kehamilan anak pertama. Saya pingin anak laki-laki, biar anaknya pinter seperti Pak Ganjar,” ujar perempuan berjilbab ini.

Untuk itu, Novita saat bersalaman dengan Ganjar meminta didoakan agar kelahiran lancar. Setelah mendoakan, Ganjar pun berpesan nantinya setelah melahirkan agar mengikuti KB.

Di bagian terakhir, Ganjar sempat melihat proses pengolahan limbah jamu menjadi kompos. Termasuk pula, melihat proses pengolahan enceng gondok menjadi pelet untuk bahan bakar.

“Saya mencatat, apa yang ada di sini bagus sekali. Yang pertama, kurang lebih ada 160 jenis bahan yang dipakai untuk pembuatan jamu yang dimasukan ke Sidomuncul dan itu melibatkan 120 kelompok petani yang ada,” kata Ganjar, seperti diberitakan detikcom.

Dalam kesempatan tersebut, Ganjar menyampaikan, jika Jawa Tengah memiliki pabrik jamu yang memiliki kekhasan ini, kemudian berkembang menjadi pabrik jamu yang sangat modern.

“Kalau kita melihat modernitas saja, tadi itu bisa membuat 200 juta per bulan sachet untuk minuman itu dan ini artinya kalau 200 juta penduduk Indonesia dari hasil risetnya sebulan rata-rata minum 3 sachet. Betapa potensi bisnisnya besar, potensi jamunya besar. Lalu, ada 500 ton per bulan limbah yang diolah menjadi pupuk organik dan ternyata diserahkan kepada pabrik pupuk di Petro sana,” ujarnya.

Ganjar juga tengah meminta tolong kepada pabrik ini untuk membantu pengolahan enceng gondok yang dicampur dengan limbah menjadi pelet kecil-kecil untuk bahan bakar.

“Kita tinggal mendorong antara BBWS, kemudian di Rawapening yang paling dekat itu, untuk kita memantapkan satu proses sehingga nanti betul-betul bisa dikelola dan menjadi punya manfaat yang baik,” pungkasnya. (dtk)

Facebook Comments