Radar Jateng

Program Tani Mandiri: Pupuk Mudah dan Petani Sepuh Dapat Pensiun

Program Tani Mandiri, Pupuk Mudah dan Petani Sepuh Dapat Pensiun

SILATURAHMI – Pak Dirman bersilaturahim dengan petani kentang di Desa Tieng, Kecamatan Kejajar Kabupaten Wonosobo, Jateng, Kamis (8/3).
DOK ISTIMEWA

WONOSOBO – Calon Gubernur Jawa Tengah nomor urut 2 Sudirman Said berjanji akan memperhatikan nasib para petani yang sudah tua atau pensiunan petani. Selain itu petani lansia juga akan memperoleh tunjangan pensiun.

Pak Dirman mengungkapkan hal itu saat bersilaturahim dengan ratusan petani kentang di Desa Tieng, Kecamatan Kejajar Kabupaten Wonosobo, Jateng, Kamis (8/3).

“Uang sehari-hari untuk petani pensiun harus diperhatikan, pemerintah harus mulai memberi perhatian petani sepuh, karena banyak di antara mereka menunggu belas kasihan,” katanya.

Menurut Pak Dirman, negara tidak boleh diam atas kondisi tersebut. Karena mereka juga pembayar pajak yang baik.

“Negara tidak boleh diam, mereka juga bayar pajak, masak hari tuanya dibiarkan terlantar, tidak fair, untuk idenya pembayaran nanti bisa dipikirkan,” ujar Menteri ESDM RI periode 2014-2016 ini.

Selain pensiunan petani, Pak Dirman juga berjanji membantu menyelesaikan polemik kelangkaan pupuk yang kerap terjadi di tingkat petani.

Sebagai informasi, petani di kawasan itu sangat tergantung pada tanaman kentang. Di Desa Tieng saat ini sekitar 40 persen petani menanam kentang. Petani biasa menanam kentang pada bulan Maret-Mei. Mereka memanen tiga bulan setelah masa tanam.

“Saya tadi dicurhati, ada petani yang kebutuhan pupuknya tiga kwintal hanya diberi jatah dua kilogram. Angka itu sangat ekstrim, sehingga persoalan seperti ini harus diselesaikan, melalui program tani mandiri,” jelasnya lagi.

Bentuk perhatian kepada petani tersebut, imbuh Pak Dirman adalah bagian dari 22 janji kerja yang muaranya adalah target pengurangan kemiskinan dari 12,23 persen menjadi enam persen.

Hal itu, terang Pak Dirman, menjadi satu target yang cukup ambisius tapi bisa dilaksanakan. Termasuk penyediaan lima juta lapangan kerja yang berdampak pada program nelayan, pertanian, infrastuktur, perempuan sampai pariwisata.

“Kemiskinan dikurangi, lapangan kerja bertambah, itu temenan mboten ngapusi mboten korupsi,” lanjut Pak Dirman. (har)

Facebook Comments