Features

Sebanyak RP227M, Rata-rata Perdesa Terima Rp837Juta

Dana Desa Kabupaten Pekalongan

SAMBUTAN – Bupati Pekalongan Asip Kholbihi memberikan sambutan pembukaan dalam acara Sosialisasi Bantuan Keuangan kepada Pemerintah Desa 2018 di Aula Setda Kabupaten Pekalongan, Selasa lalu.
MUHAMMAD HADIYAN

Melihat Jumlah Dana Desa 2018 di Kabupaten Pekalongan

Pemerintah Kabupaten menggelar Sosialisasi Bantuan Keuangan kepada Pemerintah Desa 2018 di Aula Setda Kabupaten Pekalongan, Selasa lalu. Seperti apa? M Hadiyah, Kajen

Jumlah Dana Desa (DD) Kabupaten Pekalongan tahun 2018 sangat fantastis, yakni mencapai Rp 227.842.747.000. Jumlah tersebut ada kenaikan sebesar Rp 5.307.157.000, bila dibanding DD tahun 2017 yang nilainya Rp 222.535.590.000.

Rata-rata per desa akan mendapatkan bantuan sebesar Rp 837.000.000. Paling tinggi Desa Klesem, Kecamatan Kandangserang, yakni Rp 1.287.792.000. Sedangkan yang paling rendah adalah Desa Kandangserang, Kecamatan Kandangserang, dengan total Rp 687.387.000.

Hal itu terungkap saat acara Sosialisasi Bantuan Keuangan kepada Pemerintah Desa 2018 di Aula Setda Kabupaten Pekalongan, Selasa lalu.

Saat membuka acara sosialisasi itu, Bupati Pekalongan Asip Kholbihi mengatakan, sosialisasi ini sangat penting karena menyangkut keselamatan semua sebagai penanggungjawab pengelolaan keuangan di desa.

“Nanti setelah uang ini masuk ke rekening panjenengan masing-masing laksanakan sesuai dengan Musrenbangdes. Dan karena kita di negara Indonesia, maka semuanya mengawasi. Saya mohon para Kepala Desa untuk menjalankan program ini dengan sebaik-baiknya. Jangan takut dan jangan khawatir. Sepanjang sudah yakin, sesuai dengan aturan, maka jalankanlah. Kalau ragu-ragu, bertanyalah kepada Camat atau ke Dinas PMD P3A dan PPKB. Prinsip bahwa Dana Desa dan ADD yang hampir 16 persen dari total APBD Kabupaten Pekalongan apakah sudah sesuai dengan mandatnya atau belum?,” jelas Asip.

Bupati menyampaikan bahwa bantuan Dana Desa dan Alokasi Dana Desa (ADD) di Kabupaten Pekalongan trendnya selalu naik. Persoalan proporsionalisasi kemudian terjadi penurunan di tingkat desa, berarti ada komponen-komponen yang secara teori dinilai sudah berhasil. “Jadi dana desa semakin kecil, kepala desanya semakin hebat. Bukan yang mendapatkan dana desa besar itu berarti hebat, itu salah. Semua sudah kita ukur dengan norma dan aturan yang telah ditentukan oleh Pemerintah Pusat,” ujar Bupati.

Dikatakan, para Kepala Desa yang mempunyai prestasi dan inovatif harus mendapat reward dari Pemerintah Kabupaten Pekalongan. “Terima kasih saya sampaikan kepada para kepala desa atas kontribusi besar dalam pembangunan dan selalu berjuang terus-menerus untuk memikirkan masyarakatnya,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati menceritakan bahwa secara statistika angka kemiskinan di Kabupaten Pekalongan belum bergeser signifikan, masih jauh dengan Provinsi Jawa Tengah.

“Sampai hari ini angka kemiskinan kita masih 12,61% turun dibanding tahun sebelumnya diangka 12,94%. Janji saya dan ibu Arini, pada masa akhir jabatan nanti yakni tahun 2021 insya Allah single digit yaitu diangka 9%,” terang Bupati.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PMD P3A dan PPKB) Kabupaten Pekalongan, M Afib, mengatakan, rata-rata per desa akan mendapatkan bantuan sebesar Rp 837.000.000.

Sedangkan Alokasi Dana Desa (ADD) untuk tahun 2018 sebesar Rp 99.733.970.560. Di tahun 2017 adalah sebesar Rp 96.105.366.400. Sehingga naik sebesar Rp 3.628.604.160 dari tahun sebelumnya. Untuk tiap Desa rata-rata naik antara Rp 10 juta hingga Rp 20 juta. Terrendah yaitu Desa Kemplong Kecamatan Wiradesa sebesar Rp 271.620.300. Sedangkan tertinggi diterima Desa Lumeneng Kecamatan Paninggaran sebesar Rp 561.689.860,-. Sedangkan rata-rata Desa menerima ADD sebesar Rp 366.669.000.

Acara sosialisasi ini dihadiri oleh Wakil Bupati Pekalongan Arini Harimurti, Sekda Mukaromah Syakoer, para Asisten Sekda, para OPD terkait, perwakilan Kapolres Pekalongan, Kantor Pajak Pratama, BPJS, Bank Jateng, para Camat, para Kapolsek beserta Bhabinkantibmas, para Kepala Desa beserta para pendamping Desa. (yan)

Penulis: M. Hadiyan & Redaktur: Widodo Lukito

Facebook Comments