Features

Liburan Akhir Pekan Menjadi Menyenangkan

Wisata Bukit Sri Gunung

WISATA – Pengunjung menikmati pemandangan bunga celosia plumosa (tanaman jengger) di Agro Wisata Bukit Sri Gunung, Desa Kedawung, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Minggu (4/3).
LAILATUL MAFIYAH

Menengok Hamparan Bunga di Wisata Bukit Sri Gunung

Bukit milik PTPN IX Kebun Siluwok yang dulu tumbuh rimbun pohon karet, kini disulap menjadi hamparan bunga jengger yang memanjakan mata wisatawan. Seperti apa? LAILATUL MAFIYAH, BANYUPUTIH

Menikmati pemandangan yang terlihat dari gardu pandang di Wisata Bukit Sri Gunung, mata dimanjakan dengan pemandangan alam seperti gunung, laut, dan hutan, Minggu (4/3).

Keindahan sebenarnya yakni hamparan bunga tengger yang luas menyelimuti bukit Sri Gunung. Bunga ini tumbuh subur dengan aneka warna.

Tak banyak yang tau, dahulu tempat ini hanyalah hutan karet yang sudah tidak produktif lagi. Oleh PTPN IX Kebun Siluwok dilakukan penanaman ulang, saat ini sudah berusia 1,5 tahun. “Puncak bukit ini dulu hanyalah tempat kumpul para mandor, kami beri gazebo di puncaknya. Mulai dari itu pengunjung mulai datang. Timbul gagasan dari manajer kami untuk menjadikannya sebagai prospek wisata,” terang Asisten Afdeling Kedondong PTPN IX Kebun Siluwok, Juwari.

Kawasan wisata ini mulai dibuka sejak 21 Mei 2017. Saat ini sudah dipasang portal pengunjung. Rencananya tanak ini akan dibebaskan untuk didaftarkan ke Dinas Pariwisata Kabupaten Batang.

Tanaman lain yang ditanam di tempat wisata yang berada di Desa Kedawung, Kecamatan Banyuputih ini selain bunga jengger ada juga bunga matahari, bunga bugenvil, dan pohon cemara. “Untuk bunga jengger ini kekuatannya lima bulan, kami lakukan persemaian sendiri,” terangnya.

Sudah ada belasan gazebo yang bisa digunakan untuk duduk beristirahat sembari menikmati pemandangan hamparan bunga warna-warni. Pengunjung juga bisa menikmati flyng fox yang dapat menguji adrenalin.

“Untuk ke depannya kami akan menata kembali spot-spot yang bisa pengunjung gunakan untuk berswafoto seperti booth sepeda onthel dan arena bermain seperti ayunan. Selain itu, akan kami tata kedai yang nyaman untuk pengunjung,” katanya.

Pengunjung dapat mengunjungi kawasan wisata di atas ketinggian 600 meter ini hanya dengan merogoh kocek Rp3.000 per orangnya. Setiap hari wisata yang luasnya mencapai enam hektar ini buka mulai pukul enam pagi sampai dengan enam sore. Ketika pagi, pengunjung bisa menikmati pemandangan matahari terbit nan mempesona.

Rute ke lokasi ini 100 meter ke Timur pasar Banyuputih, Kabupaten Batang terdapat jalur arah pantai. Jarak tempuh dari jalan pantura ini hanya 1,5 kilometer, setelah itu terlihat gapura kawasan wisata, pengunjung hanya tinggal mengikuti jalan. Jalannya pun bagus tak banyak lubang. Tertarik untuk ke sana? (*)

Penulis: Lailatul Mafiyah & Redaktur: Dalal Muslimin

Facebook Comments