Radar Batang

Bandar di Lapas Pekalongan, 9 Kurirnya Dibekuk

Bandar di Lapas Pekalongan, 9 Kurirnya Dibekuk

GELAR PERKARA – Kasat Resnarkoba, AKP Hartono (tengah) menunjukan barang bukti yang berhasil diamankan dari sembilan kurir narkoba pada ekspos kemarin.
M DHIA THUFAIL / RADAR PEKALONGAN

*Antarkan Pesanan Narkoba untuk Wilayah Batang Timur

BATANG – Sembilan orang kurir narkoba jenis sabu dan obat terlarang berhasil dibekuk jajaran Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Batang. Ironisnya, sembilan pelaku ini merupakan jaringan pengedar narkoba di wilayah pantai utara (Pantura) yang dikendalikan oleh seorang napi lapas Pekalongan.

Dijelaskan Kasat Resnarkoba Polres Batang, AKP Hartono, sembilan remaja ini terpaksa diamankan jajaran Satresnarkoba Polres Batang selama sepekan terakhir. Mereka diamankan karena terbukti menjalankan bisnis haram, menjadi kurir sabu dan obat-obatan terlarang.

“Mereka dibekuk saat sedang beroperasi di wilayah Pantura Alas Roban, atau wilayah Batang Timur. Target mereka adalah para sopir truk yang tengah beristirahat di tepi jalur Pantura. Mereka menawari para sopir berupa paket sabu atau obat sebagai penghilang rasa lelah,” katanya.

Ironisnya, tambah AKP Hartono, para tersangka mengaku hanya mengantarkan barang haram tersebut kepada para pembeli. Selebihnya, para pelaku ini hanya menjalankan perintah seorang napi di lapas Pekalongan untuk mengambil dan mengantarkan barang saja, dengan upah Rp200 ribu per transaksi.

“Mereka dikendalikan oleh napi di lapas Kota Pekalongan, yang sementara ini sudah di jadikan tersangka dan kami proses,” kata Hartono.

Tujuh kurir narkoba yang sudah diamankan di Polres Batang yaitu Rezha Adhi Nugroho (30) warga Desa Sambongsari, Kecamatan Weleri, Kendal. Suswanto (43) warga Desa Sempu, Kecamatan Limpung, Batang. Ahmad Sumantri (33) warga Desa Banyuputih, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang.

Kemudian, Ahmad Saefudin (33) warga Desa Juwiring, Kecamatan Cepiring, Kabupaten Kendal. Teguh Budhi Santoso (20) warga Desa Banyuputih, Kecamatan Banyuputih, Batang. Serta Sigit Saputra (32) warga Kelurahan Proyonanggan, Kecamatan Batang, Batang dan Budi Utomo (27) warga Desa Kalisalak, Kecamatan Limpung, Batang, yang diamankan di dalam Blok 4 No. 50 Lapas Kelas II A Kota Pekalongan.

“Dari tangan ke sembilan tersangka ini, kami berhasil amankan barang bukti narkoba berupa sabu sebanyak 2,48 gram dan 400 butir pil koplo,” bebernya.

Ia juga mengatakan, peredaran narkoba di lakukan melalui komunikasi handphone, apabila ada pasien yang membutuhkan barang haram tersebut, maka akan menelpon napi yang berada di Lapas Pekalongan, yang selanjutnya ditujukan barangnya di alamatkan lewat SMS.

“Dari tujuh tersangka yang terbukti membawa sabu akan di jerat dengan pasal 114, 112 ayat 1 dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun dan minimal 5 tahun penjara. Sedang untuk tersangka pengedar pil akan dijerat dengan pasal 196/197 undang undang kesehatan dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun dan minimal 1 tahun penjara,” pungkas AKP Hartono.

Sementara, napi yang menjadi bandar narkoba sudah ditetapkan sebagai tersangka dan masih menjalani masa hukuman di dalam lapas. (fel)

Penulis: M Dhia Thufail | Radar Pekalongan
Redaktur: Doni Widyo

Facebook Comments