Radar Jateng

Banjir Bandang Dua Titik Jalan Longsor

Banjir Bandang Dua Titik Jalan Longsor

TINJAU LOKASI – Bupati Grobogan Sri Sumarni bersama Kepala Dinas PUPR Grobogan Subiyono meninjau lokasi jalan longsor akibat banjir bandang di Desa Sumberagung, Kecamatan Ngaringan, kemarin.
SIROJUL MUNIR/RADAR KUDUS

*Bupati Tinjau Jalan, Janji Akan Dibangun

GROBOGAN – Akibat hujan deras yang terjadi sejak siang sampai sore hari, pada Senin (26/2) lalu mengakibatkan banjir bandang di Desa Sumberagung, Kecamatan Ngaringan. Akibatnya ada jalan di Desa tersebut amblas separo dan banjir juga mengakibatkan beberapa rumah kemasukan air bandang yang berada di Desa Ngrenjah, Nongko dan Pondok.

Mendapatkan kabar tersebut, Bupati Grobogan Sri Sumarni bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Grobogan Subiyono melakukan tinjauan langsung bersama Muspika Kecamatan Ngaringan, Selasa (27/2) kemarin. Yaitu Camat Ngaringan Teguh Harjo Kusumo, Kapolsek Ngaringan dan Danramil Ngaringan serta Kepala Desa Sumberagung Rusno.

Usai melihat jalan longsor akibat banjir tersebut, Bupati juga mengecek jalan Kabupaten yang belum ditangani. Jalan Kabupaten yang melewati Desa tersebut ada sekitar 6 kilometer dengan keadaan masih rusak sedang.

Bupati Grobogan Sri Sumarni mengatakan, banjir yang terjadi di Desa Sumberagung, Kecamatan Ngaringan karena efek dari hutan yang sudah gundul. Sebab, jati di lahan Perhutani tersebut sebelumnya memiliki pohon besar-besar.

“Jadi ketika pohon jati sudah dipotong habis dan kayu nya masih kecil maka setiap ada hujan deras ada banjir,” kata Bupati.

Dengan adanya kejadian banjir bandang tersebut, Bupati meminta warga masyarakat menjaga pohon penghijaun jati yang masih berusia muda agar tetap dirawat. Sehingga air hujan yang berasal dari gunung bisa terbendung.

Lebih lanjut, Bupati juga menjanjikan akan membangunkan infrastruktur jalan beton secara merata. Yaitu sesuai dengan visi misi dalam RPJMD Bupati Grobogan periode 2016-2021 akan membangun jalan cor beton sampai 85 persen dari 890 jalan Kabupaten yang ada. Pembangunan tersebut, tentunya membutuhkan dana besar untuk merealisasikanya.

“Untuk jalan di Desa Sumberagung akan saya prioritaskan pembangunanya hingga selesai. Nanti pembangunanya bisa dimulai dalam APBD perubahan dan tahun depanya lagi. Pastikan semua jalan sudah cor semua. Untuk di Grobogan sekarang jalan cor sudah 67 persen,” ujarnya.

Bupati menambahkan, pada tahun 2017 lalu berhasil membangun jalan cor beton sepanjang 161 kilometer. Jalan sepanjang itu dibangun dana Rp 347 miliar yang sebagian diantaranya berhutang Bank Jateng sebesar Rp 200 miliar.

“Sisa dari pembangunan jalan akan diselesaikan secara bertahap. Tahun ini Pemkab Grobogan mendapatkan bantuan dari provinsi untuk pembangunan jalan dan penataan kota,” tandasnya.

Kepala Dinas PUPR Grobogan Subiyono mengatakan, tahun ini Pemkab Grobogan akan membangunan jalan beton dari Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 34,15 miliar untuk pembangunan 5 titik jalan. Kemudian Bantuan Provinsi sebesar Rp 42,5 miliar untuk 12 titik pembangunan jalan.

Sementara untuk jalan dari Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp 151 miliar untuk 200 titik lokasi jalan. Dengan dana sebesar itu, bisa menambah 5 persen jalan cor beton di Kabupaten Grobogan dengan panjang 927 kilometer setelah ada penambahan kenaikan jalan. “Jadi selama dua tahun jadi Bupati Grobogan telah membangun 21 persen cor beton semua. Sehingga pembangunan jalan baik sekarang sudah capai 71 persen hingga akhir 2018,” tandasnya. (mun)

Facebook Comments