Radar Kendal

Tersangka-Korban Sempat “Bercinta” Sebelum Dibunuh

Tersangka-Korban Sempat Bercinta

OLAH TKP – Unit Reskrim Polres Kendal saat melakukan olah TKP kasus pembunuhan Fitri Anggraeni oleh tersangka Didik Ponco yang jasadnya dipendam di bak kamar mandi dan dicor semen.
NUR KHOLID MS / RADAR PEKALONGAN

KENDAL – Satreskrim Polres Kendal terus melakukan pemeriksaan intensif terhadap Didik Ponco (28), tersangka pembunuh Fitri Anggraeni, wanita yang jasadnya dicor dalam bak mandi. Ternyata, pria pengganguran yang juga terlibat kasus pembegalan motor karyawati perusahaan garmen memiliki hubungan spesial dengan korban dan sudah melakukan hubungan layaknya suami istri.

Hal itu dibenarkan Kasatreskrim Polres Kendal AKP Aris Munandar, Selasa (27/2). Kata dia, berdasarkan pemeriksaan tersangka, mereka memiliki hubungan spesial. Hubungan itu terjalin sudah empat bulan. Hubungan terlarang mereka semakin mulus karena istri tersangka merupakan teman dekat korban sewaktu sekolah.

“Istri tersangka merupakan teman dekat korban. Hal itu dimanfaatkannya untuk menjalin hubungan terlarang dengan korban,” kata dia.

Dikatakan, pada Jumat (16/2), tersangka menjemput korban dengan alasan untuk mengajak korban menjenguk istrinya yang sedang sakit. Setelah menjenguk istri tersangka, korban diajak korban menuju rumahnya di Desa Puguh, Kecamatan Boja. Sebelum membunuh korban, tersangka dan korban melakukan hubungan layaknya suami istri di rumah tersangka. Kemudian korban ke belakang rumah untuk mencuci baju. “Saat itulah tersangka menghampiri korban untuk menagih hutang,” ungkap Kasatreskrim.

Saat ditagih hutangnya, Fitri marah dan mengeluarkan kata-kata kasar kepada tersangka. Tidak terima terhadap perlakuan Fitri, Didik emosi dan langsung mendorong korban hingga terjatuh. Tersangka yang emosi semakin membabi buta dan mencekik korban dengan selendang hingga akhirnya korban tewas.

“Merasa panik melihat korban tak bernyawa dan sekujur tubuhnya membiru, tersangka langsung mengangkat dan memasukkan tubuh korban ke dalam bak mandi,” terang Kasatreskrim.

Untuk menutupi perbuatannya, tersangka pergi keluar rumah untuk membeli semen satu sak yang digunakannya untuk mengecor jasad Fitri yang berada di dalam bak mandi. Sebelum dicor, tubuh Fitri terlebih dahulu ditimbun pasir.

“Tersangka melakukan pengecoran dua kali, setelah itu tersangka menjemput istrinya yang sedang sakit di rumah sakit,” pungkas dia. (nur)

Penulis: Nur Kholid Ms | Radar Pekalongan
Redaktur: Widodo Lukito

Facebook Comments