Lain-lain

Kontak Mata dengan Bayi Bisa Selaraskan Gelombang Otak

Gelombang otak orang dewasa dan bayi selaras jika mereka saling memandang sambil menyanyikan lagu anak-anak.
Ketika dua orang memandang sesuatu dengan cara yang sama, sering dikatakan bahwa kedua orang itu “beroperasi pada gelombang yang sama.” Konsep itu baru-baru ini ditunjang hasil ilmiah penelitian tim University of Cambridge yang memperoleh temuan, gelombang otak orang dewasa dan bayi selaras manakala mereka saling memandang sambil menyanyikan lagu anak-anak.

Helen Harrison dengan lembut menyanyikan lagu anak-anak untuk bayi perempuannya, Anya, usia delapan bulan, sambil menatap langsung ke mata sang bayi. Putrinya juga menatapnya.
Sesaat kemudian, Harrison menyanyikan lagu yang sama sambil berpaling.
Ibu dan bayi itu mengenakan helm khusus yang dilengkapi sensor yang menangkap gelombang otak mereka dan mengirimkannya ke komputer untuk dianalisis.

Ini menunjukkan bayi mempunyai kemampuan luar biasa untuk masuk dalam aktivitas otak orang dewasa dan menurut kami, ini berkaitan dengan kemampuan mereka mendeteksi tatapan sebagai isyarat siap berkomunikasi dan kesiapan untuk terlibat,” kata Victoria Leong, ketua Laboratorium Baby-LINC di University of Cambridge.

Gelombang otak 36 pasang bayi dan orang dewasa secara jelas menunjukkan tingkat keselarasan gelombang otak mereka bergantung pada kontak mata mereka. Keselarasan terbesar itu terjadi ketika kepala orang dewasa berpaling tetapi matanya masih menatap mata bayi. Dan hal itu bisa membuat orang dewasa tampak lebih berminat berkomunikasi dengan sang bayi karena ia pasti sengaja menatapnya kembali. Menurut kami, peningkatan minat bisa menjadi pendorong keselarasan di antara keduanya,” kata Dr.Victoria Leong.

Bayi yang memproduksi suara paling panjang memiliki keselarasan paling kuat dengan orang dewasa yang menurut ilmuwan, bisa membuat pembelajaran lebih efektif.

“Mungkin itu sebabnya kontak mata langsung antara bayi dan pengasuh merangsang perkembangan komunikatif dan perkembangan bahasa,” lanjutnya.

Menurut tim ilmuwan, bukti itu menunjukkan keselarasan antara otak bayi dan otak orang dewasa lebih besar bila keduanya menunjukkan minat lebih besar untuk berkomunikasi.

Sumber: National Geographic Indonesia
Editor: Khoirunnisa'(SMK ISTHIFAIYYAH NAHDLIYYAH KOTA PEKALONGAN)

Facebook Comments