Radar Batang

Tanpa Tindak Lanjut, Pelatihan Jurnalistik Bisa Sia-sia

Pelatihan Jurnalistik

BERBAGI PENGALAMAN – Kepala Disperpuska Batang, Rahmat Nurul Fadilah, menyampaikan pengalamannya aktif di persma di hadapan peserta pelatihan jurnalistik, kemarin.
AKHMAD SAEFUDIN

Disperpuska Wacanakan Pembuatan Majalah Perpusdes

Gelombang kedua pelatihan menulis/jurnalistik yang diinisiasi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpuska) Batang, Selasa (27/2), masih saja ramai peminat. Namun, tingginya minat belajar itu bisa saja sia-sia jika tanpa tindak lanjut dari peserta.

“Harus ada tindak lanjut, karena melatih menulis ya harus dengan menulis. Kalau tidak ada praktek, nanti pelatihannya jadi kurang manfaat, sia-sia,” kata Kepala Disperpuska Batang, Rahmat Nurul Fadilah S Pd M Si, saat membuka pelatihan jurnalistik gelombang kedua di Ruang Referensi Perpusda.

Dia mengapresiasi tingginya minat pengelola perpusdes maupun masyarakat lainnya untuk mengikuti pelatihan. Terbukti, gelombang kedua tetap saja belum mampu menampung seluruh peminat yang telah mendaftarkan diri. Sedianya, pelatihan dibuka untuk 30 peserta, namun lebih dari 70 orang sudah mendaftar.

Sama dengan sebelumnya, gelombang 2 ini juga diikuti 30 peserta. Selain pengelola perpusdes di Kabupaten Batang, ada juga mahasiswa, ASN Pemkab Batang dan masyarakat umum. Bahkan, peserta tak hanya berasal dari lokal Batang, tetapi juga Kabupaten/Kota Pekalongan hingga Pemalang.

“Meski fasilitas ruangan mungkin terbatas, manfaatkan sebaik-baiknya. Karena ini sumber ilmu. Dulu saya juga pernah aktif di pers mahasiswa dengan fasilitas ekstra minim. Punya satu computer saja sudah begjo. Mimpi saya, setelah ini teman-teman bisa membuat majalah, terutama untuk perpusdes. Insya Allah, Bank Jateng sudah menawarkan itu,” terang Rahmat yang pernah memimpin Persma di UNY itu.

Kemarin, pelatihan dipandu oleh M Yusuf A Md dengan pemateri Kepala Perwakilan Batang Radar Pekalongan, Akhmad saefudin S Sos. Peserta juga terlihat sangat antusias menyimak dan berdiskusi. Terlebih, penyampaian materi juga dibuat interaktif. Sebagai tindak lanjut, peserta juga diberi PR untuk membuat tulisan pendek tentang apapun.

“Harapan kami, minat belajar itu harus disalurkan secara berkelanjutan. jadi, peserta diberi waktu 3 hari untuk mengirimkan tulisan pendek tentang apapun yang mereka senangi ke email pemateri. Mudah-mudahan dengan cara itu ada proses pembelajaran yang sifatnya praktis,” kata kata Kasie Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan, Sri Nastiti SH, didampingi PIC Perpuseru Disperpuska, Sudadi S AP. (sef)

Penulis: Akhmad Saefudin & Redaktur: Dony Widyo

Facebook Comments