Metro Pekalongan

Pemkot Pekalongan Pertimbangkan Cabut Larangan Reklame Rokok

Guest House Walikota Pekalongan

RAMAH TAMAH – Walikota mengundang komunitas dan media massa dalam acara ramah tamah di Guest House Walikota, Senin (26/2) malam untuk mencari masukan tentang pembangunan di Kota Pekalongan.
M. AINUL ATHO’

KOTA PEKALONGAN – Pemkot Pekalongan tengah mempertimbangkan mencabut larangan pemasangan reklame rokok di wilayah Kota Pekalongan. Rencana pencabutan tersebut sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan jumlah PAD Kota Pekalongan. Sebelumnya, larangan pemasangan reklame rokok diberlakukan pada tahun 2011 melalui Perwal Nomor 36 Tahun 2011.

Rencana itu diungkapkan Walikota Pekalongan, Moch Saelany Machfudz dalam acara ramah tamah Walikota bersama komunitas dan media massa, Senin (26/2) malam di Guest House.

Walikota menyatakan, rencana pencabutan tersebut akan terlebih dulu dikaji, dan dibahas secara detail bersama stakeholder terkait. “Sebelumnya saya minta maaf terlebih dahulu, saya ingin menyampaikan salah satu rencana saya yakni mencabut larangan reklame rokok. Perusahaan rokok memiliki peran besar untuk ikut memberikan pemasukan bagi Kota Pekalongan. Kita bisa kerjasamakan berbagai kegiatan maupun pembangunan melalui pendanaan dari mereka,” tutur Walikota.

Namun Walikota menegaskan, rencana tersebut akan dibarengi dengan upaya penegakkan Perda tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) sebagai upaya mengendalikan asap rokok. “Maksud saya, untuk KTR tetap dijalankan bahkan kedepan pengawasannya akan lebih ditingkatkan kembali. Kita tegakkan Perda tersebut. Namun untuk larangan iklan rokok, itu yang akan dipertimbangkan apakah bisa kita cabut atau tidak,” tambahnya.

Pihaknya, lanjut Walikota, juga akan terlebih dahulu meminta pertimbangan dan masukan dari berbagai elemen masyarakat. Jika memang banyak dukungan, baru rencana tersebut akan dijalankan. “Bagaimana dukungan dari masyarakat, jika memang didukung baru akan kami jalankan,” katanya.

Selain itu, Pemkot juga akan terlebih dulu mencari win-win solution bersama dengan perusahaan rokok yang ada. Pemkot akan melihat terlebih dahulu apa yang bisa diberikan oleh perusahaan-perusahaan tersebut bagi Kota Pekalongan. “Perwal akan dicabut, tapi ada yang harus diperbuat untuk Kota Pekalongan. Kami akan datangkan semuanya dan kita akan bicara bersama,” jelas Saelany. (nul)

Penulis: M. Ainul Atho’ & Redaktur: Abdurrahman

Facebook Comments