Metro Pekalongan

Lokasi Kebakaran Dijaga Petugas hingga 4 Maret

Posko Pasca Kebakaran

POSKO – Pihak berwenang telah mendirikan posko di depan Pasar Banjarsari dan Mal Borobudur untuk pengamanan dan pendataan para pedagang yang keluar masuk melihat kios dan mengambil barang-barang yang masih bisa diselamatkan, kemarin (27/2).
WAHYU HIDAYAT

Pasca Terbakarnya Pasar Banjarsari dan Mal Borobudur

Untuk mengantisipasi hal-hal tidak diinginkan pasca kebakaran yang menimpa Pasar Banjarsari dan Mal Pekalongan (Mal Borobudur), aparat kepolisian dari Polres Pekalongan Kota, TNI, bersama instansi terkait seperti Satpol PP dan dinas pasar setempat masih terus melakukan pengamanan dan penjagaan di lokasi.

Selain itu, aparat berwenang juga sudah mendirikan posko di depan bangunan Mal Pekalongan. Posko ini selain dalam rangka pengamanan, juga untuk mendata para pedagang yang akan keluar masuk ke lokasi.

Kapolres Pekalongan Kota AKBP Ferry Sandy Sitepu, melalui Kapolsek Pekalongan Kompol I Ketut Lanus, pengamanan di lokasi akan dilakukan hingga 4 Maret mendatang. “Hari ini (Selasa, 27/2, red) police line sudah dibuka,” jelasnya kemarin (27/2).

Setiap harinya, anggota Polres Pekalongam Kota yang melakukan pengamanan berjumlah 46 personel. Mereka terbagi di sejumlah lokasi. Ada pula petugas yang berjaga di posko kebakaran, yang melakukan pendataan dan mencatat pedagang yang akan masuk untuk mengecek kondisi kiosnya maupun mengambil barang yang masih bisa diselamatkan. “Lokasi di areal itu masih tetap kita jaga, mengingat banyaknya pemilik kios yang ingin melihat kondisi kios dan barang dagangan mereka, apalagi kondisi bangunan pasca kebakaran juga rawan runtuhan,” imbuh Kapolres Pekalongan Kota AKBP Ferry Sandy Sitepu kemarin.

Hal itu dilakukan juga sebagai langkah antisipasi jangan sampai ada warga yang mengaku-ngaku pemilik kios yang memanfaatkan kesempatan untuk masuk ke lokasi kebakaran, mengambil sisa barang yang terbakar karena mengingat kawasan itu masih banyak tumpukan barang yang tidak terbakar.

Lokasi pasar pasca kebakaran memang perlu dijaga karena melihat kondisi bangunan yang gelap dan rawan sekali terjadi reruntuhan. “Para pemilik kios diharuskan membawa bukti berupa kunci kios mereka maupun surat bukti pemilik kios, dan harus rela bersabar menunggu antrean secara bergantian untuk bisa masuk ke dalam pasar dengan didampingi oleh petugas, mengingat lokasi saat ini masih membahayakan,” ujar AKBP Ferry.

Di lokasi sudah ada petugas khusus yang akan mendampingi para pedagang atau pemilik untuk masuk ke lokasi kiosnya. Sebelum masuk, mereka harus mendaftar terlebih dahulu kepada petugas di posko. Di daftar itu, dicatat nama yang bersangkutan, alamat, nomor telepon yang bisa dihubungi, lokasi kios, dan apa tujuan mereka masuk.

Tiap dua pemilik kios yang masuk akan didampingi satu orang petugas. Begitu selesai, mereka kembali harus melapor ke petugas.

Sejak Selasa (27/2) pagi hingga siang kemarin, tercatat sudah ada 196 pedagang/pemilik kios di Pasar Banjarsari yang sudah masuk ke dalam pasar dan mengecek kondisi kiosnya.
Sedangkan pada Senin (26/2), tercatat ada 386 orang yang telah masuk melihat kios mereka.

Pantauan di lapangan, kemarin, sejumlah pemilik kios sejak pagi hingga siang terus hilir mudik keluar masuk Pasar Banjarsari. Beberapa dari mereka ada yang membawa mobil bak terbuka untuk mengangkut barang-barang yang belum terbakar.

Salah satunya adalah Slamet Riyanto (60), warga Setono, Pekalongan Timur, pemilik kios sayuran dan bumbu dapur di Pasar Banjarsari lantai 2 Blok F No 15. Dia kemarin kembali masuk ke kiosnya yang sudah ludes terbakar untuk mengambil sejumlah barang.

“Kios saya sudah ludes. Tapi masih ada beberapa barang yang belum terbakar. Hari Senin kemarin saya sudah masuk mengambil beberapa barang dagangan yang masih tersisa. Hari ini saya kembali mau masuk, mau mengambil kursi dan kentang. Kemarin saya lihat masih ada,” ungkapnya. (way)

Penulis: Wahyu Hidayat & Redaktur: Abdurrahman

Facebook Comments