Lain-lain

Apa Efek Samping Tidur Pakai Softlens?

Pertanyaan ini seringkali muncul dalam pemikiran banyak penggunanya yang seringkali malas untuk melepas dan membersihkannya sebelum tidur dengan alasan sudah mengantuk.

Meskipun saat ini sudah dibekali dengan teknologi terbaru, nyatanya softlens atau lensa kontak masih tetap berbahaya bagi kesehatan mata bila digunakan saat tidur.

Lalu, apa saja bahaya yang dapat ditimbulkannya?

Efek Samping Penggunaan Softlens Saat Tidur.

Berikut ini adalah berbagai bahaya yang dapat ditimbulkan softlens jika digunakan saat tidur:

Mempengaruhi Pembuluh Darah di Mata

Meskipun sudah dilengkapi dengan teknologi tinggi yang semakin aman ketika digunakan, faktanya softlens tidak didesain khusus untuk digunakan saat tidur.

Dengan terhambatnya aliran Oksigen menuju kornea, hal ini juga akan memberikan masalah kesehatan yang serius pada pembuluh darah di mata seperti infeksi kornea.

Dengan kornea yang sudah terinfeksi ini menyebabkan kornea penderitanya terlihat membengkak, penglihatannya terganggu, hingga yang paling parah adalah hilangnya penglihatan atau kebutaan.

Sebuah penelitian yang dilakukan di University of Maryland Medical Center mengungkapkan bahwa softlens yang digunakan selama tidur dapat menyebabkan luka terbuka pada area kornea.

Jika luka ini dibiarkan, kornea tersebut akan mengalami infeksi bakteri yang disebut keratitis.

Meskipun jarang ditemukan pada masyarakat awam, risiko terdampak kondisi ini akan semakin meningkat jika sering menggunakan softlens, khususnya bagi yang sering tidak melepasnya ketika tidur.

Masuk ke Atas Bola Mata

Hal ini mungkin terlihat mustahil terjadi. Namun siapa yang dapat menjamin pengguna tidak akan mengucek-ucek mata ketika tidur tanpa disadari.

Dengan gerakan tangan pada mata inilah, posisi softlens yang seharusnya berada tepat di tengah mata dapat bergeser ke bagian atas.

Jika sudah terjadi, pengguna biasanya membutuhkan cairan khusus untuk melepasnya tanpa menimbulkan efek samping yang serius, seperti luka maupun infeksi.

Menghambat Aliran Oksigen

Seperti yang telah disebutkan di atas, saat ini softlens sudah dibekali dengan teknologi terbaru yang dapat membantu melancarkan aliran Oksigen menuju mata.

Hal ini dikarenakan kebanyakan softlens saat ini menggunakan bahan dasar air dalam pembuatannya.

Meskipun begitu, apakah teknologi sudah ini mampu membebaskan pengguna dari risiko beragam penyakit mata?

Nyatanya tidak. Ketika tidur, selaput mata akan menutup yang membantu melindungi mata dari berbagai kotoran di udara.

Namun, hal ini juga membuat mata menjadi sulit untuk mendapatkan Oksigen dari luar.

Penggunaan softlens dengan teknologi ini tetap saja akan menutupi mata dan memperparah hambatan aliran Oksigen menuju kornea.

Dengan kornea yang tidak mendapatkan pasokan Oksigen yang cukup, mata akan terlihat memerah yang akan diikuti dengan rasa perih dan tentunya iritasi jika tidak ditangani lebih lanjut.

Tips paling aman ketika menggunakan softlens adalah dengan tidak menggunakannya saat tidur.

Softlens dapat diletakkan pada wadah khusus yang biasanya sudah tersedia dalam kemasannya dengan direndam cairan khusus.

Menurut Oregon Health and Science University’s Casey Eye Institute, penggantian softlens secara berkala dapat meminimalisir risiko terdampak masalah kesehatan mata.

Penggantian yang disesuaikan dengan batas waktunya ini dilakukan untuk menghindari munculnya bakteri yang dapat menginfeksi organ penting manusia ini.

Sumber: bolehkah.com

Editor: Khofifah SMK (ISTHIFAIYYAH NAHDLIYYAH PEKALONGAN )

Facebook Comments